KlinKlin Indonesia merupakan jasa cleaning service panggilan no.1 di Indonesia. Kami melayani jasa bersih kost Bandung, jasa bersih rumah Bandung dan cleaning service Bandung. Cabang kami tersebar di berbagai wilayah seperti cleaning service jakarta, bandung, jogja, surabaya, malang, semarang, balikpapan, bontang dan lainnya. Hubungi 085877678008
Showing posts with label business strategy. Show all posts
Showing posts with label business strategy. Show all posts

Siasat Pegadaian Hadapi Era Digital


Industri 4.0 telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini mulai terasa ketika sebagian besar proses bisnis sudah berbasiskan digital seperti big data, robotic, digital economy, hingga artificial intelligence (AI).





Perubahan itu mendorong berbagai perusahaan dan pelaku bisnis untuk melakukan transformasi digital, salah satunya PT Pegadaian (Persero). Bagi perusahaan milik BUMN ini transformasi digital menjadi keharusan dan kuncinya adalah pada eksekusi strateginya.





Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto, mengatakan, revolusi industri 4.0 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pegadaian untuk lebih adaptif terhadap digitalisasi.





"Saat ini Pegadaian bukan zaman kolonial lagi, kami sudah berubah, kalau diibaratkan manusia kita tidak tua, kita sangat matang, mature. Kita siapkan produk yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat ada tabungan emas, tabungan haji, dan nanti ada tabungan umrah. Jadi ini merupakan tantangan dan peluang bagi kami untuk mengembangkan bisnisnya," katanya dalam National Media Gathering & Workshop di Yogyakarta, Jumat (26/07/2019).





Pihaknya menyiapkan lima strategi yang disebut "G-5tar Strategy". Pertama, Grow Core, dalam 5-10 tahun ke depan Pegadaian masih akan mempertahankan produk intinya yaitu gadai melalui diversifikasi fitur dan digitalisasi proses. Meskipun kata dia, ke depan komposisinya mungkin turun karena banyak produk-produk non-gadai yang akan dikembangkan.





Kedua Grab New, di dalam rencana bisnis 2023, Pegadaian secara bertahap akan mengubah portofolio bisnisnya dari yang saat ini 80% gadai dan 20% non-gadai menjadi 60% dan 40% dengan kontribusi terbesar pada gadai. Ketiga Groom Talent, untuk mengembangkan bisnis Pegadaian akan menjaring karyawan potensial serta meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan.





Keempat, Gen Z Technology, guna menunjang proses bisnis dan data analisis menurut Kuswiyoto, pihaknya selalu menggunakan sistem teknologi terbaru. "Kami tidak peduli berapa cost yang dikeluarkan untuk membangun IT yang bagus, karena kami yakin bahwa itu merupakan bentuk investasi."





Kelima, Great Culture, merubah mindset dan budaya kerja karyawan yang lebih mendorong pada peningkatan kerja perusahaan. Kata dia, mulai tahun ini karyawannya siap melayani konsumen secara aktif.





Sementara itu, hingga Juni 2019 Pegadaian mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun atau meningkat 12,1%. Sedangkan total aset sebesar Rp 56,1 triliun lebih besar dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun untuk OSL (Outstanding Loan) Pegadaian di pertengahan tahun ini, sudah mencapai Rp 43,6 triliun.





Sumber : https://swa.co.id/swa/business-strategy/jurus-pegadaian-hadapi-era-digital





Editor : Eva Martha Rahayu





bagaimana jika anda ingin menggunakan rumah baru namun masih dalam keadaan kotor? tenang, serahkan kepada kami jasa bersih bersih jogja untuk solusi anda


Download >>

Upaya Kudo Meng-Upgrade Warung Serba Bisa


Kehadiran Kudo sebagai aplikasi digital makin diakui keberadaannya. Pasalnya Kudo hadir untuk memajukan warung tradisional di Indonesia dan telah berhasil membantu ratusan ribu warung untuk menjadi serba bisa semenjak gerakan sosial #MajuinWarung dimulai.





Kudo hadir sejak tahun 2014, kini telah memberdayakan lebih dari 2 juta agen Kudo yang jaringannya telah tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.





Kudo memberikan akses digital untuk berjualan berbagai macam produk bagi warung tradisional, menjembatani layanan keuangan ke masyarakat dengan keterbatasan akses digital dan perbankan, dan meningkatkan penghasilan tambahan bagi pemilik warung dan peluang bagi para individu untuk berjualan.





Menurut Agung Nugroho, CEO & Co-Founder Kudo, “Gerakan sosial #MajuinWarung hadir sebagai wujud nyata dari tiga misi utama Kudo. Dimulai dengan memberikan akses digital untuk berjualan berbagai macam produk bagi warung tradisional, menjembatani layanan keuangan ke masyarakat dengan keterbatasan akses digital dan perbankan, hingga meningkatkan penghasilan tambahan bagi pemilik warung dan peluang bagi para individu untuk berjualan.





Agung menambahkan, Kudo berupaya untuk menanamkan rasa peduli pada masyarakat untuk mewujudkan misi sosialnya bagi warung Indonesia agar jadi lebih modern, selangkah lebih maju, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di era digital ini.





Melalui program ini, Kudo membuktikan komitmennya untuk memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah dan menjadikan warung serba bisa melayani berbagai produk dan layanan. Melalui program #MajuinWarung adalah gerakan sosial yang mengajak masyarakat Indonesia untuk memajukan warung sekitarnya dengan memanfaatkan teknologi.





Dengan aplikasi Kudo, warung menjadi serba bisa. Mulai dari bisa berjualan apa saja termasuk pulsa, pembayaran tagihan dan tiket perjalanan, bisa stok barang untuk warung lewat aplikasi, bisa kirim uang dan menawarkan berbagai layanan keuangan digital, hingga bisa membantu tetangga menjadi pengemudi Grab untuk menambah penghasilan.





Hal ini diakui Afandi, agen Kudo di Tangerang, salah satu contoh dari pemilik warung yang telah berhasil meraih kesuksesan dengan Kudo.





Pemilik warung kelontong ini, sebelumnya, pernah punya usaha di kampung halamannya di Madura, namun usaha kurang memuaskan. Akhirnya ia memberanikan diri pindah ke Tangerang dan mengembangkan usaha warung kelontong. Setelah 2 tahun menggunakan aplikasi Kudo, warungnya menjadi lebih ramai dan omzet saya bisa mencapai lebih dari Rp 30 juta/bulan. "Warung saya bisa melayani berbagai hal dan tidak hanya berjualan barang kebutuhan sehari-hari di warung, tapi bisa juga menjual pulsa dan pembayaran tagihan ke pelanggan dengan aplikasi Kudo,” kata Afandi.





Dengan gerakan sosial #MajuinWarung, Kudo optimis dapat membantu lebih banyak warung untuk maju dan serba bisa hingga meraih kesuksesan warung-warung lainnya. Tidak hanya itu, Kudo juga yakin dapat mengajak lebih banyak orang Indonesia untuk lebih peduli pada warung di sekitarnya dan memberikan kesempatan warung bersaing dengan minimarket modern. "Kedepannya, Kudo akan terus berinovasi untuk mengembangkan aplikasi dan menghadirkan teknologi yang membuat warung semakin serba bisa," ujar Agung.





Sumber : https://swa.co.id/swa/trends/upaya-kudo-meng-upgrade-warung-serba-bisa





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Kiat Aditya Triantoro Orbitkan The Little Giantz


Takjub menonton film Jurassic Park di bioskop tahun 1993, Aditya Triantoro yang saat itu berusia sembilan tahun tidak percaya bahwa komputer bisa digunakan untuk membuat animasi. Melihat kecanggihan di film itu, sang ayah menjelaskan kepadanya bahwa komputer tidak hanya untuk mengetik dokumen berformatWord/Excel atau bermain aneka game, tetapi juga bisa untuk membuat animasi. “Dari situ saya mulai ada ketertarikan, bahwa computer graphic bisa diaplikasikan secara luas,” kata Aditya mengenang.





Animasi dalam film Jurassic Park itu rupanya sangat membekas dalam dirinya. Hari-hari Aditya selanjutnya diisi dengan kegiatan yang terkait animasi. Apalagi, ia hobi menggambar. Setamat SMA, ia putuskan untuk belajar animasi secara otodidak. Untuk menjajal kemampuannya ini, di tahun 2003 Aditya mengikuti lomba Bubu Awards Web Design dan berhasil menjadi Juara I se-Indonesia. Kemudian, ia merambah bidang animasi. Ini pun ia belajar secara otodidak pula. Hingga sekarang ia konsisten berkiprah di bidang animasi.





Begitulah sepenggal pengalaman Aditya, animator sekaligus CEO dan Co-Founder The Little Giantz. Prinsipnya, setiap individu memiliki bakat danpassion. Apabila seseorang telah menemukan bakat dan passion-nya, yang mesti dilakukan adalah mengembangkannya hingga meraih sukses. “Saya merasa animasi adalah akar saya karena story telling. Jiwa saya ingin menceritakan sebuah cerita,” tutur lelaki kelahiran Jakarta, 25 September 1984, ini.





Salah satu kisah suksesnya di dalam negeri, bahkan jadi milestone selama berkiprah di ranah animasi, adalah menciptakan Nussa, video animasi keluarga bertema islami yang diunggah di YouTube. Nussa Official, demikian nama kanalnya, mengunggah konten kreatif dan edukatif bernuansa islami. Konten video Nussa diunggah pertama kali di YouTube pada 25 Oktober 2018. Kini, jumlah subscriber kanal Nussa Official di YouTube telah mencapai lebih dari 1,8 juta. Dari 21 video yang telah diunggah, kanal Nussa Official telah ditonton lebih dari 111 juta kali.





Aditya mengakui, pasar animasi di Tanah Air sangat menarik. Banyak pemain yang menggarap video bertema keluarga, tetapi tidak sukses karena segmennya belum terbentuk. Terutama, video bertema keluarga islami. Maka, Nussa memberanikan diri untuk membentuk pasarnya. “Kita harus berani ambil konsep yang berbeda dan beraninya lagi, kita membawakan agama. Kita sadar jika kita membawakan agama, ilmu agama kita juga harus hebat,” ia menerangkan.





Menurutnya, populasi Indonesia terbesar adalah pemeluk agam Islam. Sayangnya, jumlah animasi yang menyuguhkan konten islami hanya bisa dihitung dengan jari. Kontennya pun kurang kreatif, sehingga tidak menyedot minat penonton lantaran durasinya cukup panjang, rata-rata lebih dari 10 menit. Kualitas konten pun terabaikan. “Kami think out of the box. Daripada mengejar 11 atau 12 menit, ujung-ujungnya orang hanya menonton satu menit, lebih baik berani tiga menit tapi yakin ditonton sampai akhir. Itu adalah challenge-nya. Kami buat islami karena segmennya Indonesia, kontennya edukatif,” ungkap Aditya.





Nussa tidak ditayangkan di stasiun televisi karena memang konsep awalnya adalah memberi edukasi akhlak islami kepada anak-anak di YouTube. “Kalaupun TV mau tayangkan Nussa, kami tidak di-driver TV, tapi kami yang driver TV,” ia menegaskan. Sebab, kehadiran Nussa merupakan elaborasi The Little Giantz untuk memberikan kontribusi tontonan yang positif bagi anak-anak sebagai calon penerus bangsa.





Aditya sangat berhati-hati dalam membuat konten agar tidak dituding memberi informasi yang salah. Karena itu, ia selalu meminta nasihat kepada Ustaz Felix Siauw dan Ustaz Abdul Somad yang memberikan arahan mengenai konten kreatif berbasis agama ini.





“Jadi, di The Little Giantz ada divisi service yang sudah ada sejak tahun 2016 dan ada divisi Nussa yang baru lahir Juli 2018,” katanya. Sebelum menjadi CEO The Little Giantz, ia sempat bekerja di beberapa studio animasi, di antaranyaCastle Production, Infinite Frameworks Studios, Sparky Animation, One Animation Pte. Ltd. Singapura, hingga One Indonesia.





Pencapaiannya tidak mudah, lantaran ia tak sempat kuliah karena ketika itu ayahnya sakit. Akhirnya, ia belajar otodidak. Untuk membantu ekonomi keluarga, ia sempat bekerja di resto cepat saji McDonald's dan KFC. Debutnya di bidang animasi terjadi pada 2005 saat bekerja di rumah produksi dengan proyek pertamanya animasi daun jatuh pada iklan Teh Sariwangi.





Singapura menjadi negeri jiran yang paling lama ia tinggali (2008-2015). Di sana ia merintis karier dari bawah di perusahaan One Animation Pte. Ltd. Sewaktu menjabat sebagai kepala departemen di perusahaan ini, ternyata banyak orang Indonesia yang menduduki jabatan sama. Ia melihat orang-orang Indonesia pandai dan sangat dihargai. Dalam benaknya muncul keinginan untuk memajukan industri animasi di Indonesia. Tahun 2016, ia kembali pulang ke Indonesia. Lalu, bersama koleganya mendirikan The Little Giantz. Mereka adalah Yuda Wirafianto (sebagai Chief Financial Officer The Little Giantz), Ricky Manoppo (Chief Operating Officer), dan Bony Wirasmono (Chief Creative Officer).





Bersama tim yang beranggotakan 20 orang, The Little Giantz mulai mengerjakan sejumlah proyek dari berbagai institusi asal Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Finlandia, Denmark, dan Malaysia. Bahkan, 90-95 persen proyek animasi yang digarap berasal dari luar negeri, dengan genre hero yang paling banyak (70 persen), diikuti genre kisah perjalanan dan remaja (teens). “Saat ini The Little Giantz telah mengerjakan project-project yang sudah tayang di Disney Channel, Disney XD, dan Nickelodeon. Dalam projectitu, kami berkontribusi semuanya, mulai dari ide, pembentukan karakter, hingga cerita,” Aditya menjelaskan.





Kepedulian Aditya mengembangkan industri animasi dalam negeri melalui suguhan animasi Nussa dinilai oleh pengamat industri kreatif Yorris Sebastian sebagai hal positif yang patut diacungi jempol. Menurut Yoris, ada kecenderungan anak muda Indonesia yang sukses di luar negeri tetap ingin berkarya untuk Indonesia. Salah satunya, The Little Giantz ini. “Tentunya, masih perlu perjuangan. Namun, saya yakin nantinya animasi lokal pasti bisa berjaya di Indonesia,” katanya tandas.





Disinggung soal kanal YouTube untuk tayangan Nussa yang berarti tidak bernilai bisnis, Yorris menyatakan bahwa bisnis ini sebenarnya bermain di Internet Protocol (IP). Jadi, revenue-nya bukan hanya dari Nussa yang di YouTube, melainkan bisa digali dari berbagai hal. Sponsorship, salah satunya. Juga, brand collaboration dalam bentuk event serta strategi lainnya untuk menambah pundi-pundi pendapatan The Little Giantz.





“Tetap idealis namun tetap sustainable dan profitable, inilah tantangannya,” ujar Yorris. Maka, bagi startup yang bermain di industri animasi atau yang sejenisnya, kiatnya adalah perkuat IP dan pelajari omni channel untuk mendapatkan revenue tambahan, dan bisa belajar model bisnis dari berbagaistartup di dunia.





Vina Anggita & Vicky Rachman





Riset: Armiadi Murdiansah 





Sumber : https://swa.co.id/youngster-inc/youngsterinc-startup/kiat-aditya-triantoro-orbitkan-the-little-giantz





apakah anda ingin membersihkan rumah atau kost anda namun tidak memiliki waktu luang? serahkan kepada kami, klik jasa bersih rumah dan kost jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Rahasia Butik Ranti Bertahan 30 Tahun di Industri Busana Muslim


Para pelaku usaha sepakat dengan pernyataan: mempertahankan bisnis lebih sulit, daripada memulai bisnis baru. Hal ini pun dialami manajemen Butik Ranti yang spesialis memproduksi dan memasarkan busana muslim keluarga, baik busana wanita maupun pria untuk remaja dan dewasa.





Jatuh bangun selama 30 tahun dialami oleh bisnis keluarga yang kini dkelola oleh generasi kedua itu. Butik Ranti lolos dari terjangan badai krisis ekonomi dua kali, yaitu tahun 1990-an dan 200o-an.





Siapa sangka perjalanan Butik Ranti yang berliku itu, kini mampu berkembang dengan 17 outet di sejumlah kota di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Depok, Bandung, Cirebon, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Lampung, Palembang, Tangerang Selatan.





Gerai-gerai Butik Ranti selain berdiri di kawasan pertokoan (terbaru di ruko Gapura Menteng, Bintaro), juga hadir di berbagai pusat perbelanjaan modern seperti Citragrand Cibubur, Margo City Depok, Pejaten Village, Arion Plaza, Metropolitan Mall Bekasi, Metropolitan Mall Cileungsi, Duta Mall Banjarmasin.





Hingga akhir tahun 2019, Ranti akan terus mengepakkan sayap bisnisnya di kota-kota potensial. “Tahun 2020, jumlah gerai Ranti kami targetkan berkembang menjadi 25 gerai,” jelas Abu Umar, Pemilik Butik Ranti dari generasi kedua kepada SWA Online, pekan ini.





“Untuk kontribusi penjualan terbesar dari Makassar. Dan cabang Bintaro yang baru dibuka ini saya lihat prospeknya bagus. Selain didukung tingkat ekonomi masyarakat sekitar outlet Ranti Bintaro yang middle-up, model-model rancangan busana Ranti banyak diminati warga sekitar. Buktiya beberapa hari dibuka animo pembeli antusias,” ucap Umar.





Gerai-gerai Butik Ranti selain berdiri di kawasan pertokoan (terbaru di ruko Gapura Menteng, Bintaro), juga hadir di berbagai pusat perbelanjaan modern seperti Citragrand Cibubur, Margo City Depok, Pejaten Village, Arion Plaza, Metropolitan Mall Bekasi, Metropolitan Mall Cileungsi, Duta Mall Banjarmasin.





Berawal tahun 1989, ketika pasangan suami istri, yaitu Hefzi Zainuddin dan Yessi Riscowati, mengibarkan bendera PT Citra Busana Indonesia yang menaungi bisnis butik busana muslimnya. Mula-mula butik ini berskala kecil hanya menjual kerudung, aksesoris busana muslim hingga perlengkapan shalat. Semua barang-barang itu hasil kulakan dari Pusat Grosir Tanah Abang untuk dijual lagi di tokonya.





Dengan kesungguhan berusaha dan prasangka baik atas bisnisnya kepada Allah SWT, usaha mereka perlahan berkembang. Seiring dengan permintaan yang semakin banyak, dibukalah jahitan sendiri di garasi rumahnya. Permintaan yang semakin besar membuatnya harus menyewa sebuah rumah besar untuk dijadikan pabrik dengan sejumlah karyawan.





Umar bercerita, nama awal butik ini sejatinya adalah Ziko diambil dari nama putra pertama mereka. Namun, karena perkembangan merek itu kurang bagus kala itu, nama brand diganti menjadi Ranti yang diambil dari nama anak ketiganya seorang putri bernama Rizanti Hefzi, artinya rezeki anak ketiga.





Nama Ranti yang membawa hoki berlanjut hingga sekarang. Apalagi manajemen melakukan serangkaian perubahan demi perbaikan bisnis ke depan. Dari sisi produk diubah konsepnya. Jika semula menghadirkan produk-produk busana muslim fashion modern, kini tidak sekadar muslim modern, tapi juga syar’i.





Sebagai pelopor busana muslimah branded, produk Ranti yang pertama kali menggunakan aplikasi, organdi, sutera, bordiran, serta payet. Tak hanya itu, Ranti juga meluncurkan konsep Muslim Family dengan tagline: Satu Keluarga, Satu Aqidah, Satu Busana. Konsep ini dinilai manjur dalam menanamkan kembali brand Ranti di kalangan masyarakat muslim.





Busana-busana rancangan Butik Ranti diproduksi secara handmade. Manajemen memberdayakan ibu-ibu sekitar Cianjur dan Sukabumi untuk memasang payet, manik-manik dan pembuatan aksesoris sesuai rancangan desain tiap busana. Semua dikerjakan secara manual, sehingga tidak diproduksi bak pabrik yang massal.





Boleh dibilang, koleksi busana muslimah Ranti adalah pelopor fashion modern dan unik. Selain berkonsep syar’i, produk-produk ini tetap mengedepankan keindahan desain dipadukan dengan keindahan bordir, yang diaplikasikan dalam payet, manik-manik dan brokat.





Agar tidak membosankan, rancanangan koleksi busana-busana Ranti berganti model tiap empat bulan sekali. “Dengan kata lain, setiap tahun kami mengganti model baru sebanyak tiga kali,” ujar dia.





Produk-produk yang eksklusif itu dipasarkan sekitar Rp1,5 juta – 4 juta per baju muslimah. Sedangkan busana muslimah syar'I casual seharga Rp999 ribu - 1,5 juta. Lain lagi dengan harga busana muslim (pria) Rp749 ribu - 1,99 juta per potong.





Untuk mempertegas segmentasi pasar, Butik Ranti memperkenalkan sejumah second brand. Ada merek Aleta untuk busana muslimah remaja dan produk baju koko dengan nama El-Yusuf dan El-Fatih. Segmentasi Aleta adalah kaum muslimah remaja yang senang bergaya dengan harga ekonomis. Sementara El-Yusuf dan El-Fatih adalah produk baju koko yang dipasarkan dengan cara berbeda, yaitu lewat keagenan, outlet atau di department store.





Untuk interior toko, konsepnya kini lebih modern, elegan dan cozy, dan lebih banyak varian produk yang dipajang. Alhasil, engunjung butik menjadi lebih nyaman dan leluasa memilih produk-produk yang diinginkan sembari mencoba ukuran busana atau hijab yang cocok.





Demi membangun engagement dengan konsumen, Butik Ranti memfasilitasi sistem membership yang berlaku seumur hidup. Beberapa benefit kartu keanggotaan ini adalah potongan harga 20 – 30%, layanan purna jual seperti memberikan layanan permak atau resize baju, bahkan penggantian pesanan yang rusak dalam jangka waktu tertentu.





Untuk bahan baku, jika sebelumnya dari dalam negeri saja, seperti kain dari Tanah Abang dan tenun Jawa Timur dan Jawa Tengah, kini Butik Ranti juga mengimpor sejumlah kain dari China.





“Strategi produksi kami adalah mengikuti selera pasar. Dan kami berharap produk-produk busana muslim dan muslimah syar’i Butik Ranti makin diminati masyarakat. Terlebih menjelang Ramdhan dan Idul Fitri, biasanya permintaan pasar melonjak berkali lipat,” jelas Umar dengan senyum mengembang.





Sumber : https://swa.co.id/swa/profile/rahasia-butik-ranti-bertahan-30-tahun-di-industri-busana-muslim





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Bekraf Dukung Peningkatan Kompetensi Pengrajin Kayu Ukir di Bali


Temasuki era persaingan, termasuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.





Untuk itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Indonesia dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Furnitur dan Kayu Olahan (LSP Furniko) Indonesia menyelenggarakan Kegiatan Sertifikasi Profesi Pengrajin Kriya Kayu Ukir, untuk 100 pengrajin kriya guna mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya Pengrajin Kayu Ukir di Prima Plaza Hotel Sanur Bali, Kamis dan Jumat (9&10/5/19).





Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Profesi Pengrajin Kriya Kayu Ukir yang dilaksanakan tanpa memungut biaya dari peserta sertifikasi tersebut, diikuti Pengrajin Kriya Kayu Ukir yang merupakan hasil seleksi terlebih dahulu oleh LSP Furniko yang berasal dari Provinsi Bali dan sekitarnya. Para peserta yang mengikuti serangkaian uji kompetensi ini kemudian dinilai oleh tim asesor dari LSP Furniko Indonesia sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).





“Sertifikasi ini dalam rangka menguji tiga unsur penting, yaitu kemampuan teknis, kemampuan kompetensi dan etika perajin, sehingga pembeli bisa meyakini produknya betul-betul berkualitas dari orang yang berkompeten dan juga peduli terhadap lingkungan,” kata Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano Gema.





Kegiatan ini, menurut Ari, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bahwa sertifikat kompetensi sangat penting dalam meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.“Ini akan menjadi nilai tambah bagi para perajin kayu untuk bisa mengepakkan sayapnya dan diakui produknya ke luar negeri,” tambah Ari.





Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/bekraf-dukung-peningkatan-kompetensi-pengrajin-kayu-ukir-di-bali





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Download >>

IPC Perkuat Kerja Sama dengan Pelabuhan Guangzhou


PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC kembali memperpanjang kerja sama Program Sister Port dengan otoritas pelabuhan di Cina. Kali ini, perpanjangan kerja sama dilakukan dengan Otoritas Pelabuhan Guangzhou, di Provinsi Guangdong, RRC. Dua pekan lalu, perpanjangan kerja sama serupa ditandatangani dengan Pelabuhan Ningbo, RRC.





“Lewat kerja sama ini kami berbagi pengalaman dan keahlian di bidang manajemen dan operasi kepelabuhanan. IPC juga menjajaki kerja sama investasi guna merespons meningkatnya trafik perdagangan global,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, melalui siaran persnya (8/5/2019).





Penandatangan MoU dilakukan di sela-sela Konferensi Pelabuhan Dunia 2019, Guangzhou (International Association of Ports & Harbors - Guangzhou 2019 World Ports Conference). Di event tersebut IPC juga menjajaki kerja sama dengan Pelabuhan Sabah, Malaysia.





Elvyn mengatakan, kerja sama regional dan global sudah menjadi tuntutan di tengah meningkatnya trafik pelayaran antarbenua. Mengutip laporan Badan Perdagangan, Investasi dan Pembangunan PBB (Review of Maritime Transport UNCTAD, 2018) volume perdagangan global terus naik dengan pertumbuhan rata-rata 3,8 persen per tahun, hingga tahun 2023.





Tahun 2017, volume perdagangan global mencapai 10,7 miliar ton, tumbuh 4 persen. Arus petikemas global mencapai 752 juta TEUs, atau naik 6 persen. Dari kenaikan itu, pertumbuhan tertinggi terjadi di Asia, yang mencapai 64 persen.





“Ini adalah potensi yang sangat bagus. IPC dan Pelabuhan Guangzhou sepakat berinvestasi dan bekerja sama memanfaatkan potensi tersebut,” jelas Elvyn.





Di ajang Konferensi IAPH 2019 itu, Elvyn memaparkan peluang baru pelabuhan, terkait Belt & Road Initiative yang digagas Cina, sebagai upaya memperkuat kerja sama perdagangan antar negara di Asia dan Eropa melalui jalur sutra maritim.





“Kami telah mempersiapkan Tanjung Priok agar bisa menjadi pelabuhan hub terbesar di Asia Tenggara. Sebagai gerbang utama kargo internasional, Tanjung Priok akan mengkonsolidasi arus barang ekspor impor dari dan ke Indonesia.





“IPC juga menginisiasi Integrated Port Network atau jaringan kepelabuhanan terintegrasi yang kami sebut Trilogi Maritim. Kami yakin ini menjadi solusi penurunan biaya logistik melalui 3 pilar, yakni standarisasi pelabuhan, aliansi pelayaran dan pengembangan industri yang terkoneksi dengan pelabuhan,” jelasnya.





Sumber:
https://swa.co.id/kumparan/ipc-perkuat-kerja-sama-dengan-pelabuhan-guangzhou





apakah anda ingin membersihkan hunian anda namun tidak sempat? klik jasa bersih bersih jogja untuk mendapatkan layanan terbaik


Download >>

GrabWheels Jadi Solusi Mobilitas Inovatif Ramah Lingkungan di BSD City


Pada awal Maret 2019, Grab bekerja sama strategis pengembangan teknologi dengan Sinar Mas Land (SML) di area BSD City. Menindaklanjuti kolaborasi tersebut, hari ini, kedua pihak merilis proyek uji coba solusi mobilitas inovatif, GrabWheels. Layanan berbentuk skuter listrik ramah lingkungan ini bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City selama masa uji coba yang berlangsung hingga pertengahan tahun 2019.





Executive Director Grab Indonesia, Ongki Kurniawan, mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwa mobilitas masyarakat Indonesia sangat tinggi. Terrmasuk dalam hal kebutuhan transportasi first-mile last-mile yang berkelanjutan dan mudah diakses. Selain itu, masyarakat yang tinggal di area smart city seperti BSD City umumnya memiliki kebutuhan yang lebih tinggi terhadap berbagai layanan yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.





“Sebagai everyday super app, kami berusaha menyediakan layanan dengan menggunakan pendekatan hyperlocal atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Itulah sebabnya, kami bersama dengan Sinar Mas Land menghadirkan layanan GrabWheels, inovasi skuter listrik,” ujar Ongki.





Menyambut kehadiran layanan GrabWheels, Irawan Harahap, Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land, mengungkapkan, sebagai pionir integrated smart digital city, BSD City berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas digital guna mendukung kehidupan dan bisnis di kota mandiri ini. Layanan GrabWheels akan turut memperkuat sistem transportasi yang terintegrasi dan inovatif di area BSD City.





“Kami yakin proyek uji coba dengan Grab ini merupakan awal yang baik dalam menyediakan pilihan layanan transportasi ramah lingkungan yang sesuai dengan visi kami dalam memastikan gaya hidup sehat bagi masyarakat,” ungkap Irawan.





Inovasi di bidang teknologi transportasi ini merupakan awal dari riset bersama yang dilakukan SML dengan Grab untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi publik. Solusi transportasi berbasis multimoda sudah dilakukan di BSD City, mulai dari transportasi jarak jauh dengan bis dan kereta listrik Commuter Line hingga transportasi jarak dekat dengan shuttle bus BSD Link dan kini dilengkapi dengan skuter listrik GrabWheels. Hal ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan BSD City menjadi integrated smart digital city. Pengembangan ini khususnya diwujudkan melalui pembangunan Digital Hub sebagai wadah berkumpulnya komunitas digital.





Digital Hub area seluas 25,86 hektar terletak di bagian selatan Green Office Park BSD City, memiliki potensi menjadi kawasan pusat teknologi setara Silicon Valley seperti yang ada di Amerika Serikat. Sejumlah institusi pendidikan bidang koding juga telah hadir di BSD City seperti Apple Developer Academy, Binar Academy, Techpolitan, Purwadhika, Grab Innovation Lab, Prasetya Mulya, IULI hingga Unika Atma Jaya.





Keberadaan institusi tersebut berguna untuk mensupply para tenaga developers ke sejumlah perusahaan yang sudah ada di BSD City seperti Unilever, sebuah perusahaan multinasional, dan startup companies serta tech companies di kawasan ini. Dengan built environment yang baik, BSD City dikembangkan untuk menjadi digital talent pool dan kawasan ekonomi digital yang kondusif. Grab dan Sinar Mas Land berharap kehadiran layanan GrabWheels akan dapat semakin memperkuat posisi BSD City sebagai the first integrated smart digital city di Indonesia.





Bila ingin mencoba GrabWheels di BSD City, para pengguna Grab dapat mudah mengakses layanan ini dengan mengunduh aplikasi GrabWheels beta melalui perangkat iOS dan Android selama masa uji coba. Kemudian, mereka dapat mengunjungi area parkir GrabWheels yang telah tersedia di lokasi terpilih di BSD City. Setelah itu, pengguna dapat membuka kunci skuter listrik hanya dengan memindai barcode yang tersedia menggunakan aplikasi GrabWheels untuk segera memulai perjalanan mereka menjelajahi area BSD City. Setelah pengguna mencapai destinasi yang dituju, aplikasi GrabWheels akan mengarahkan pengguna untuk mengembalikan skuter listrik ke tempat parkir terdekat.





Sebagai penawaran awal dalam masa uji coba, pengguna Grab dapat menggunakan layanan GrabWheels secara gratis. Selain itu demi menjaga keselamatan pengguna, Grab akan memberikan edukasi perilaku berkendara aman melalui pesan langsung di aplikasi GrabWheels dan pengguna akan diwajibkan menggunakan helm sebagai kelengkapan berkendara. Selama masa uji coba berlangsung, Grab juga akan menyediakan tim khusus untuk membantu pengguna jika mereka mengalami masalah teknis.





Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/grabwheels-jadi-solusi-mobilitas-inovatif-ramah-lingkungan-di-bsd-city





bagaimana jika anda ingin menggunakan rumah baru namun masih dalam keadaan kotor? tenang, serahkan kepada kami jasa bersih bersih jogja untuk solusi anda


Download >>

Avrist Catatkan Laba Rp249 Miliar Selama 2018


Avrist Assurance resmi mengangkat Anna Leonita sebagai Presiden Direktur terbaru mereka. Anna merupakan pimpinan perusahaan perempuan pertama di Avrist Assurance, setelah sebelumnya selalu diduduki oleh laki-laki. Perempuan yang telah memiliki pengalaman selama lebih dari 20 tahun di bidang keuangan ini berencana untuk memperkuat channel distribusi Avrist dan memperkuat sumber daya manusia di perusahaan, terutama di bidang penjualan.





“Saya ditargetkan untuk membawa Avrist ke posisi 15 besar perusahaan asuransi di Indonesia pada tahun 2021, dan ditargetkan untuk masuk ke jajaran 10 besar pada tahun 2023,” kata Anna Leonita, Presiden Direktur PT Avrist Assurance.





Langkah yang ditempuh untuk mencapai target ini adalah pertama, memperkuat channel distirbusi Avrist. Kedua, meningkatkan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia perusahaan. Ketiga, dalam sisi positioning, Avrist akan fokus pada produk tradisional dan meningkatkan penjualan produk tersebut dengan menggenjot kinerja sales.





Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Anna juga memaparkan kinerja keuangan perusahaan tahun lalu. Selama tahun 2018, Avrist berhasil mencatakan laba setelah pajak sebesar Rp249 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 48% dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya sebesar Rp169 miliar. “Laba ini merupakan yang tertinggi selama 3 tahun terakhir,” ujarnya menambahkan.





Sedangkan untuk premi, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1 miliar. Rasio solvabilitas tahun 2018 berada pada level 434%. Rasio tersebut yang dihitung dengan metode Risk Based Capital (RBC), menunjukkan bahwa modal yang dimiliki Avrist 314% lebih tinggi atau 3,6 kali dari modal minimum yang dipersyaratkan oleh OJK yakni sebesar 120%. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa kinerja Avrist di tahun 2018 jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2017. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan dan ini menunjukkan bahwa kami terus tumbuh secara stabil dan konsisten,” ujar Kan Tak Ho, Direktur Keuangan PT Avrist Assurance.





Di tahun 2018, produk asuransi tradisional memberikan kontribusi yang signifikan pada total pendapatan premi, yaitu sebesar lebih dari 70%. Pendapatan premi produk asuransi tradisional di tahun 2018 mencapai Rp 1,20 triliun. Perolehan signifikan ini sejalan dengan strategi Avrist untuk lebih fokus dalam membuat produk proteksi, serta peluncuran produk Avrist Prime Protection pada akhir Oktober 2018. Penjualan melalui saluran distribusi Agency masih menjadi penyumbang terbesar untuk pendistribusian produk asuransi individu. Agency merupakan penyumbang terbesar sebanyak lebih dari 65%, sementara bancassurance sebesar 35%.





Untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan, perusahaan juga berencana untuk memberikan asuransi kecelakaan gratis selama 30 hari setelah registrasi. Adapun uang pertanggungan yang nantinya akan dibayar saat trjadi kecelakan adalah sebesar Rp75 juta jika terjadi kematian karena kecelakaan, dan santunan rawat inap sebesar Rp100 ribu per hari.





Perusahaan juga berencana untuk membagikan takjil gratis di 25 kota di Indonesia diantaranya di Jakarta, Yogakarta, Surabaya, Medan dan Balikpapan dari tanggal 20 Mei hingga 24 Mei 2019. “Pada bulan puasa biasanya masyarakat seringkali melakukan kegiatan di luar rumah baik untuk bersilahturahmi atau melakukan hal lain, seperti menambah amal, atau mudik/pulang kampung. Oleh sebab itu, kami memberikan proteksi diri gratis ini kepada masyarakay agar mereka merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya,” Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications, PT Avrist Assurance.





Ke depan, Avrist akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia dalam rangka melakukan penetrasi pasar. Juga, untuk mencapai target pertumbuhan bisnis perusahaan sebesar 40 -70% di tahun 2019.





Editor : Eva Martha Rahayu





Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/avrist-catatkan-laba-rp249-miliar-selama-2018





kosan kotor dan tidak nyaman? tapi tidak sempat beres-beres? tenang, hubungi jasa bersih kost jogja segera untuk mendapatkan pelayanan maksimal


Download >>

Almaz Jadi Primadona Wuling


Tidak sia-sia Wuling Motors Indonesia meluncurkan Wuling Almaz. Suv yang baru saja diluncurkan tersebut memperoleh apresiasi yang bagus dari konsumen di Tanah Air.





Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 lalu, mobil ini mendominasi penjualan dibanding produk Wuling lainnya.  Pada pameran yang berlangsung selama 10 hari,  pabrikan otomotif China tersebut  mencatat penjualan 771 unit mobil dimana   Almaz sendiri terjual sebanyak 380 unit.





Selain Almaz, model kedua yang diminati konsumen adalah Wuling Cortez dengan produk barunya Cortez CT sebanyak 208 unit, diikuti Wuling Confero 182 unit dan 1 unit Wuling Formo. Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors, mengaku respons masyarakat terhadap produk Wuling itu antusias "Apresiasi kepada booth, area test drive, varian MPV terbaru Cortez CT serta jumlah pemesanan mobil menjadi dorongan kami untuk terus meningkatkan layanan dan menghadirkan produk baru," katanya dalam keterangan resminya di Jakarta.





Penampilan Almaz yang menyuguhkan
nuansa  SUV modern, memang menarik perhatian. Mobil yang memiliki dimensi
panjang 4,6 meter (m), lebar 1,7 m, dan tinggi 1,8 m langsung head
to head
 dengan Honda CR-V, Nissan X-Trail, dan DFSK
Glory 580.  Sederet
kelebihan dan fitur telah disematkan pada mobil ini, seperti : Lampu-lampu depan tersusun menjadi tiga bagian, LED dengan fungsi lampu
kecil+sein+DRL, di bawahnya merupakan lampu utama/depan projector LED, dan
paling bawah adalah lampu kabut dengan bohlam konvensional.









Lampu belakang juga sudah menggunakan LED yang terintegrasi spoiler atas dan lampu rem konvensional. Empat kamera buat menampilkan pemandangan 360 derajat, yakni di depan, di kedua spion, dan di belakang.





Almaz dibekali mesin bensin 4-silinder 1.500 cc dengan turbocharger bertenaga 140 tenaga kuda dan torsi 250 Nm. Mesin turbo Almaz dipasangkan dengan CVT (Continuously Variable Transmission) yang bila dioperasikan manual memiliki 8-percepatan. Mobil ini sudah dilengkapi dengan Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Automatic Vehicle HoldingHill Hold ControlTraction Control System, Stability Control, Isofix, Immobilizer, Anti-thef Alarm, Start-stop button, dan Keyless Entry.





Selain membukukan penjualan, Wuling juga mendapat beberapa penghargaan diantaranya :  Cortez CT dinobatkan sebagai Best MPV, anjungan Wuling juga menjadi yang terbaik pada kategori luas 501 – 999 meter persegi, Best Outdoor Activity dan beberapa lagi lainnya.





Editor; Eva Martha Rahayu





Sumber :
https://swa.co.id/kumparan/almaz-primadona-wuling





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Laba Grup Tunas Tumbuh 14% di Kuartal I/2019


PT Tunas Ridean Tbk. (Grup Tunas) berhasil mempertahankan kinerja positif sepanjang Kuartal I/2019, di tengah lesunya industri otomotif. Pendapatan bersih naik tipis 6% menjadi Rp3,57 triliun dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp3,53 triliun.





Demikian dipaparkan Direktur Keuangan Grup Tunas, Kent Teo dalam public expose di Jakarta, (7/5/2019). Kent menjelaskan, laba grup juga meningkat 14% pada Kuartal I/2019 menjadi Rp160 miliar dari perolehan periode yang sama 2018 sebesar Rp141 miliar. "Bisnis otomotif menyumbang 60% dari total laba Kuartal I/ 2019, diikuti pembiayaan (MTF) menyumbang laba 31%, dan bisnis rental 9%," ungkap Kent.





Direktur Utama Grup Tunas, Rico Setiawan, mengatakan, untuk proyeksi penjualan dan laba sepanjang 2019 sangat tergantung pada situasi pasar. Kondisinya pasar mobil awal tahun agak tertekan. "Memang menjelaang Pemilu, penjualan mobil turun, tetapi jelang Lebaran biasanya start growing. Kalau motor stabil karena di Kuartal I/ 2019 masih tumbuh," jelas Rico.





Rico mengutip data Gaikindo bahwa penjualan turun 13% di awal tahun. Namun, Tunas meyakini akan terjadi market recovery di Semester
II/2019 "Hasilnya, kami perkirakan sama seperti tahun lalu setelah proses
recovery," jelas Rico di kesempatan yang sama.





Menurutnya, dari data Gaikindo, penjualan mobil baru nasional turun 13% pada Kuartal I/2019 menjadi 254 ribu unit, dari 294 ribu unit di Kuartal I/2018. Sementara dari data pemerintah dan AISI, penjualan motor baru nasional naik 15% pada Kuartal I/2019 menjadi 1.681 ribu unit, dari 1.457 ribu unit di Kuartal I/2018.





"Untuk Grup Tunas, penjualan mobil baru juga turun 7% pada Kuartal I/ 2019 dikarenakan intensitas persaingan. 13.749 unit menjadi 12.844 unit," paparnya.





Penurunan penjualan dialami oleh Tunas Toyota turun 2% dibandingkan dengan penurunan penjualan Toyota nasional, yakni dari 7.837 unit di periode yang sama 2018 menjadi 7.680 unit di kuartal 1 2019.





Penjualan Tunas Daihatsu juga turun 11% dikarenakan tingkat persediaan yang lebih rendah, yakni dari 5.430 unit menjadi 4.821 unit. Penjualan Tunas BMW turun 38% menjadi 206 unit dari 333 unit. Hal ini karena pangsa pasar yang terbatas dan harga yang kurang kompetitif dengan jenis yang lain.





"Berbeda dengan penjualan mobil yang melemah, penjualan sepeda motor melalui Tunas Honda justru naik 10% selama Kuartal I/2019 yang didukung oleh peningkatan pasokan. Yakni dari 51.732 ribu unit awal tahun lalu menjadi 56.846 ribu unit motor saat
ini," ungkap Rico.





Selain itu, armada Tunas Rental ikut melemah sebagaimana penjualan mobil. Penurunan armada per Maret 2019 disebabkan oleh berakhirnya kontrak jangka panjang dengan beberapa pelanggan korporasi dari 8.534 unit menjadi 8.224 unit, turun sebanyak
5%.





Namun, dari bisnis pembiayaan melalui MTF, pelepasan kredit baru terus meningkat mencapai 6% selama Kuartal I/2019 meskipun pasar otomotif menurun dari Rp6,59 triliun menjadi Rp6,96 triliun.





"Komitmen Tunas tetap berinvestasi demi menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat. Capital expenditure 2019 kami anggarkan Rp 729 miliar dengan rincian Rp 489 miliar untuk rental dan Rp 240 miliar untuk otomotif," ujar Rico.





Untuk kinerja keuangan Grup Tunas sepanjang tahun 2018 positif. Penjualan mobil turun 6% menjadi 48.326 unit dikarenakan intensitas persaingan. Sementara, pasar mobil nasional di 2018 naik 7% menjadi 1,2 juta





Pasar motor nasional naik 8% menjadi 6,4 juta unit, sedangkan penjualan sepeda motor Tunas terutama berlokasi di Sumatera mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga hasil pertanian yang menyebabkan kenaikan penjualan sebesar 11% menjadi 248.857 unit.





Alhasil laba bersih Grup Tunas di 2018 mencapai Rp560,2 miliar naik 18% dari periore 2017. Laba grup dari bisnis otomotif naik 21% menjadi Rp292,9 miliar, disebabkan oleh meningkatnya marjin dari perdagangan mobil dan kenaikan penjualan unit motor. Sementara kontribusi laba
dari bisnis rental naik 12% menjadi Rp69,7 miliar, dan pembiayaan dari MTF
memberikan kontribusi laba sebesar Rp197,6 miliar, naik 15% dari tahun 2017.





Sumber :
https://swa.co.id/swa/capital-market/financial-report/laba-grup-tunas-tumbuh-14-di-kuartal-i-2019





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Download >>

Aplikasi Muslimnesia Targetkan 1 Juta Unduhan


Alvara Research Center pada 2017 menyebut, sebagian besar masyarakat muslim Indonesia mengaku terlibat acara keagamaan setidaknya sekali setiap pekan (36,6%), bahkan lebih dari satu kali per minggu (34,4%).





Data ini turut didukung fakta bahwa peminat produk/layanan halal di Indonesia pun ikut tumbuh. Kondisi ini kemudian melahirkan kebutuhan informasi lebih luas, mencakup banyak sisi mulai dari doa pendamping sehari-hari hingga informasi spesifik untuk mendukung gaya hidup Islami lebih mendalam.





Menjawab kebutuhan tersebut, Muslimnesia hadir sebagai sebagai referensi kebutuhan belajar untuk mendalami ilmu agama Islam. Tak hanya kesadaran berpakaian lebih sesuai syariat, namun juga beranjak ke penerapan kaidah Islam lebih mendalam seperti tepat waktu beribadah, menyematkan doa dalam segala aktivitas, hingga penggunaan produk halal.





“Aplikasi ini hadir sebagai solusi nan tepat menjawab kebutuhan generasi muslim muda modern Indonesia yang beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan pesat dalam mendalami ajaran agama serta menerapkan kaidah islam dalam hidup sehari-hari,” kata Ariani Rudjito, Founder Muslimnesia.





Menurut Ariani, aplikasi ini menjembatani muslim muda Indonesia dalam mempelajari dan mengimplementasikan Islam. Seperti diketahui Indonesia merupakan negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar di dunia. Persentase Muslim di Indonesia sebesar 87,1 % dibandingkan keseluruhan penduduk, yakni lebih dari 207 juta jiwa. Diprediksi, jumlah tersebut akan didominasi oleh generasi milenial pada 2020.





“Muslimnesia berupaya memberikan pencerahan melalui fitur-fitur unggulannya, seperti Cari Masjid, Jadwal Kajian, Halal Radar, Sedekah, Quran dan Doa, Waktu Sholat, Kiblat, dan Jadwal Puasa,” ujar Ariani.





Untuk memotivasi muslim muda modern Indonesia mengoptimalkan Ramadan, Muslimnesia melengkapi fitur-fiturnya dengan informasi dan layanan yang membantu pengguna beribadah sepanjang Ramadan, seperti “Sedekah” yang menawarkan paket sembako, berbuka puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan paket lain. Adapun “Jadwal Kajian” menambahkan pilihan lokasi tarawih dan ustad penceramah di bulan Ramadan, hingga pengingat imsak, serta artikel-artikel khusus Ramadan.





Muslimnesia pun optimis bisa mencapai hingga 1 juta unduhan di tahun ini. “Dengan fitur-fitur pembeda yang inovatif, tampilan modern nan simpel dan target pengguna yang khas yakni kalangan muslim muda modern Indonesia, Muslimnesia berharap mampu menjadi kontribusi nyata untuk menghubungkan kalangan muslim muda modern Indonesia lewat sentra informasi terpercaya sehingga menumbuhkan semangat belajar dan menerapkan kaidah Islam secara lebih baik,” tuturnya.





Editor: Eva Martha Rahayu





Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/technology/aplikasi-muslimnesia-targetkan-1-juta-unduhan





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Jaringan Indosat Ooredoo Siap Layani Saat Ramadhan dan Lebaran 2019


Uji kesiapan jaringan jelang Ramdhan dan Lebaran 2019 dilakukan Indosat Oooredoo serentak di 5 kota tujuan mudik utama di seluruh Indonesia, masing-masing Solo-Jawa Tengah, Malang-Jawa Timur, Padang-Sumatera Barat, Banjarmasin-Kalimantan Selatan dan Makassar-Sulawesi Selatan pada 25 April 2019. Kelima kota merepresentasikan kantong-kantong mudik yang memiliki potensi tinggi terjadinya kepadatan tujuan mudik dan kenaikan trafik telekomunikasi cukup tinggi.





Ramadhan dan Lebaran menjadi momen istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia, yang ditandai dengan meningkatnya volume berkomunikasi sebagai wujud silaturahmi kepada sanak saudara dan teman. 





Indosat Ooredoo berkomitmen untuk dapat terus melayani pelanggan dan masyarakat di momen-momen istimewa tersebut, melalui kesiapan layanan dan jaringan telekomunikasinya agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar. Hal ini sesuai dengan strategi perusahaan LEAD untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelangggan melalui pembangunan jaringan berkualitas video yang kompetitif.   





Operator ini telah menyiapkan kapasitas jaringannya untuk dapat mengantisipasi kenaikan trafik telekomunikasi yang selalu meningkat di masa-masa Ramadhan dan perayaan Lebaran. Seiring dengan tren digital dan penggunaan media sosial masyarakat yang terus meningkat, kesiapan kapasitas layanan data menjadi hal yang sangat penting, dimana perusahaan telah meningkatkan kapasitas data menjadi 18.4 terabyte/hari. 





Kapasitas data yang disiapkan ini untuk memenuhi puncak kenaikan trafik data yag diprediksi meningkat sebesar 15-20%. Sementara untuk kapasitas layanan SMS disiapkan hingga 975 juta SMS / hari, dan kapasitas layanan suara disiapkan hingga 37 juta erlang/hari. Kedua trafik suara dan SMS ini juga sudah diperhitungkan untuk prediksi peningkatkan trafik yang mungkin terjadi.





” Penambahan sumber daya yang akan melakukan monitoring jaringan menjadi komitmen kami untuk memastikan kenaikan trafik telekomunikasi dapat kami antisipasi semakin baik di momen penting tersebut,” kata Chief Technology Officer Indosat Ooredoo, Dejan Kastelic.





Uji jaringan dilakukan di berbagai spot pusat keramaian yang biasa terjadi kepadatan masyarakat saat Ramadhan dan Lebaran, di antaranya di alun-alun kota Malang, De Tjolomadu Solo, Jembatan Siti Nurbaya Padang, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, dan pantai Losari Makassar. Dalam kegiatan tersebut dilakukan uji terhadap kualitas sinyal serta kecepatan akses internet/data yang bisa dinikmati pelanggan dan masyarakat pada masing-masing lokasi.





Dalam uji jaringan tersebut juga menunjukkan coverage jaringan 4G Plus secara kontinyu di sepanjang rute antar spot di 5 kota tersebut, yang dilakukan melalui berbagai aktivitas layanan yang biasa dilakukan pelanggan seperti download, live streaming, YouTube, dan video call. Dari hasil pengetesan menunjukkan bahwa sepanjang rute drive testaktivitas streamingberjalan dengan baik dan tanpa buffering. 





Dalam kegiatan uji jaringan di 5 kota tersebut, diperoleh kecepatan maksimal download berkisar antara  62,7 Mbps hingga 104,7 Mbps,  dengan rata-rata kecepatan download  85,33 Mbps. Khusus di beberapa titik keramaian di 5 kota tujuan mudik tersebut diperoleh kecepatan download hingga 93 Mbps (Losari Makassar), 76,5 Mbps (Kawasan Bandara Adi Sumarmo Solo), 62,7 Mbps (Kawasan Alun-Alun Malang), 89,7 Mbps (Kawasan Gunung Padang) dan 104,7 Mbps (Kawasan Patung Bekantan Banjarmasin). 





Selama uji jaringan juga dilakukan pengetesan kualitas suara (voice) dengan metode pengukuran MOS (Mean Opinion Score) yang menunjukkan bahwa 4,47% area yang diukur menunjukkan hasil di tingkat excellent (maksimum skor dimana nilai MOS 4-5). Rentang penilaian metode pengukuran MOS sendiri adalah 1-5, di mana angka 5 menunjukkan hasil excellent. Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa kualitas suara layanan berada pada tingkat terbaik. 





Kondisi jaringan telekomunikasi juga dipantau selama Ramadhan dan Mudik Lebaran melalui Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC) dan Indosat Service Operation Center (i-SOC) sebagai pusat monitoring seluruh jaringan dan layanan secara nasional. 





Monitoring jaringan secara lebih intensif juga dilakukan melalui Command Center yang akan beroperasi beberapa hari sebelum dan sesudah masa Mudik Lebaran untuk mengidentifikasi secara proaktif melalui tim Performance Monitoring bahkan sebelum sebuah gangguan berimbas bagi pelanggan, dan secara reaktif melalui tim Customer Service sehingga bila ada kendala dapat diselesaikan sesegera mungkin.





Editor : Eva Martha Rahayu





Sumber ;
https://swa.co.id/swa/trends/technology/jaringan-indosat-ooredoo-siap-layani-saat-ramadhan-dan-lebaran-2019





klik disini jika anda membutuhkan jasa bersih kost dan rumah jogja


Download >>

Sinergi PT Waskita FIM Perkasa Realti dengan Travelio.com Kelolola Apartemen Solterra Place


Meningkatnya transaksi ecommerce memicu PT Waskita FIM Perkasa Realti menggandeng Travelio.com untuk mengelola aset unit para investor apartemen Solterra Place yang berlokasi di Pejaten, Jakarta Selatan. Hal ini ditandai dengan MoU (memorandum of understanding) antara PT Waskita Fim Perkasa Realti dan dengan Travelio.com.





Ibrahim Thalib, Direktur Pemasaran & Legal PT Waskita Fim Perkasa Realti, menagatakan, apartemen Solterra Place ini cocok untuk profesional muda yang mendambakan kenyamanan di tengah segala aktivitas dan mobilitasnya yang tinggi.





Menurutnya, apartemen ini mengolaborasikan konsep urban lifestyle dan hunian hijau bergaya resort ini melakukan pendekatan alam. Solterra Place juga didesain oleh konsultan arsitek ternama yaitu PT Airmas Asri sebagai proyek ramah lingkungan yang mengintegerasikan area penghijauan sebesar 60% dengan konsep desain bangunan yang di setiap sudut bangunannya memanfaatkan potensi alam.





“Penggabungan konsep Apartemen Solterra Place antara urban lifestyle dengan penghijauan diwujudkan melalui Sanctum Garden, sebuah taman luas dengan area bersantai yang sejuk dan rindang untuk penghuni," kata Ibrahim.





Felicia Gautama, Head of Business Development Travelio.com, menambahkan untuk memilih investasi di bidang properti, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya pengembangnya siapa, lokasi, diversifikasi properti di beberapa area, harga dan fasilitas yang ditawarkan, serta perencanaan atas pengelolaan properti tersebut.





Diakui Felicia, sistem pengelolaan yang ditawarkan oleh Travelio property management adalah pengelolaan eksklusif, di mana pemilik/ investor tidak perlu pusing untuk memikirkan pengelolaan atas unit yang telah dibeli. "Mulai dari proses check in dan check out, pemasaran secara offline dan online, pembersihan unit dan laundry, penanganan komplain dari tamu, hingga maintenance untuk unit pemilik akan ditangani oleh team dari Travelio property management," kata Felicia.





Sumber :
https://swa.co.id/property/sinergi-pt-waskita-fim-perkasa-realti-dengan-travelio-com-kelolola-apartemen-solterra-place





kantor anda membutuhkan jasa layanan pembersihan yang hemat? klik jasa cleaning service jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Southeast, Kerajinan Kulit Handmade Kin & Nadya


Harapan dan cita-cita anak muda sering sulit diduga. Seperti yang terjadi pada pasangan suami-istri asal Bandung: Kin Darma dan Nadyatami Amalia Nurul Ichwan. Dua hari setelah menikah, mereka merantau ke Bali, mencari kehidupan baru dari nol dengan melepaskan diri dari semua embel-embel, fasilitas pendidikan --bahkan memilih putus kuliah-- ataupun fasilitas ekonomi dari orang tua.





Apa yang mereka cari? “Kami ingin menjemput peruntungan di Pulau Dewata yang cocok dengan jiwa kami,” ungkap Kin yang bersama istrinya pernah menempuh pendidikan di bidang desain komunikasi visual di Bandung, tetapi tidak selesai. “Hobi saya menggambar karakter. Tapi di Bali saya bekerja sebagai freelance photographer,” kata Kin yang saat menjadi pengantin baru itu, tinggal di rumah kontrakan, tanpa saudara, dan hanya memiliki sedikit teman.





Rupanya Bali bukan tempat yang tepat bagi pasangan muda ini. Selama di sana, banyak sekali peristiwa yang membuat mereka trauma dan depresi, mulai dari harus melakukan aborsi karena janin calon bayi mereka tidak berkembang, sang istri yang tidak pernah berhenti menangis, hingga uang terkuras habis karena ditipu seseorang di mesin anjungan tunai mandiri.





Gara-gara suasana batin yang tidak kondusif, kurang dari setahun, Kin dua kali berganti pekerjaan. Awalnya, pernah bekerja dan tinggal di wilayah selatan Bali, kemudian pernah juga bekerja dan tinggal di wilayah timur Bali. Kedua pengalaman itu sangat mengesankan bagi Kin dan istri, sehingga ketika mencari nama untuk produk kerajinannya, lahirlah nama Southeast untuk mengingatkan masa-masa perjuangan mereka. “Southeast adalah nama yang menjadi motivasi kami dalam berjuang karena mengingatkan pengalaman dan pelajaran selama di Bali, termasuk suka, duka, dan kecewa,” ungkap Kin yang kini berusia 32 tahun.





Di tengah keterpurukan itu, Kin dan istri memang rajin menonton video tutorial di YouTube, untuk menggali ide-ide untuk berwirausaha di bidang aksesori kerajinan berbahan kulit. “Kami ingin kembali ke Bandung, tapi saya tidak mau jadi fotografer karena tidak menjanjikan,” kata Kin.









Yang membedakan dengan produk pengrajin lain, kerajinan kulit mereka handmade,dibuat dengan tangan, bukan dengan mesin. “Kami sendiri yang membuatnya secara langsung, sehingga kami bisa menjamin kualitas yang ditawarkan,” kata Kin yang menarget pasar mahasiswa dan pemuda idealis di rentang usia 18-40 tahun.





Selain dibuat dengan tangan, Southeast juga memilih tanpa mitra, tanpa pinjaman modal, tanpa bantuan finansial dari orang tua. Mengapa? “Kami benar-benar ingin mandiri,” ujar Kin menegaskan.Ia menggunakan modal awal Rp 9 juta dari hasil penjualan beberapa peralatan fotografi.





Setahap demi setahap, Southeast menemukan pelanggan. Lewat penjualan secara online, melalui Instagram dan beberapa e-commerce, pelanggan Southeast mulai terbentuk. “Kami selalu mengembangkan inovasi baru, menghindari kesamaan dengan kompetitor. Kami pun mewarnai bahan kulit kami sendiri, sehingga ada beberapa warna yang tidak dimiliki kompetitor lain,” kata Kin tentang perbedaan produknya dengan produk lain.





Adapun bahan yang digunakan tetap kulit. Selain menggunakan kulit sapi, Southeast juga memakai kulit kerbau karena tingkat kepadatannya baik dan tidak melar. Berbeda dengan kulit sapi pada umumnya, yang apabila menahan beban kamera, DSLR khususnya, akan melar.





Pihaknya juga mewarkan penulisan nama inisial pembeli pada produk yang dibeli secara gratis. “Saat ini kami sedang bereksperimen untuk mengembangkan warna, desain. dan motif baru,” kata Kin.









Memang, untuk produksi, diakui Kin, masih menjumpai banyak kendala. Pengalaman yang paling tidak mengenakkan ialah ketika menghadapi sulitnya sistem impor di Indonesia, karena beberapa material yang digunakan berasal dari Jepang, Hong Kong, dan Italia. “Kami pernah kehabisan material produksi dan harus menunggu selama enam bulan karena beberapa bahan kami tertahan di Bea Cukai,” kata Kin mengenang.





Dengan harga jual tali jam Rp 190.000-250.000, dompet Rp 350.000-780.000, dan tas sekitar Rp 2.000.000, Kin optimistis dapat melampaui target penjualan. Kini Southeast berhasil menjual 40-60 kerajinan per bulan. Karena sistemnya praorder, pelanggan juga bisa memilih bahan dan warna yang diinginkan. Untuk praorder dompet, 4-5 hari selesai. Produk yang lain, bisa selesai dalam sehari.





Dengan model penjualan seperti itu, omset Southeast rata-rata Rp 25 juta-30 juta per bulan. Kalau di bulan-bulan puncak, permintaan akan melebihi jumlah itu. Kin menyadari, sebagai pemain artisan, ego dan idealisme sangat tinggi. Sehingga, saat ini mereka masih memproduksi sendiri produknya, tanpa bantuan karyawan. Kin menangani desain, produksi, dan pewarnaan, sedangkan Nadya menjahit dan mengemas.





“Kami menganggap produk kami sebagai karya, bukan sekadar barang. Kami tidak memiliki kepercayaan untuk menyerahkan proses produksi ke tangan orang lain,” kata Kin tandas. Ia yakin, dengan idealisme seperti itu, bisnis kerajinan kulitnya akan tetap maju. (Reportase: Chandra Maulana)





Sumber :
https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/southeast-kerajinan-kulit-handmade-kin-nadya





rumah baru masih berantakan? hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Strategi Fajar Maulana Merintis Wisata Udara


Dunia aviasi tidak terbatas hanya pada transportasi udara saja. Flytours Indonesia, startup yang dirintis Fajar Maulana, berfokus pada industri pariwisata yang mengombinasikan kedirgantaraan dan travelling. Ia mengembangkan startup ini dengan tujuan mengembangkan wisata udara yang dilengkapi dengan tour layanan penuh.





Beberapa negara telah membuktikan bahwa kegitan bisnis ini menjadi program unggulan untuk mendatangkan turis, di antaranya Malaysia dengan Malaysia Balon Udara Tour, Maldives, Bahamas, dan Hawaii.





Fajar Maulana mendirikan startup Flytours pada November 2016 dan membentuk tim pada Maret 2017. Startup ini terdaftar sebagai perseroan terbatas dengan nama PT Aurora Sayap Abadi. Adapun Flytours merupakan sebuah webside dan aplikasi daring untuk pemesanan kegiatan kedirgantaraan bagi traveler yang ingin mendapatkan pengalaman baru dan atau menjalankan hobinya dalam dunia kedirgantaraan Indonesia.





Layaan yang diberikan Flytours meliputi terbang santai, terbang jelajah, paralayang, terjun payung, dan hot air balloon. Terbang jelajah melayani rute-rute zona pariwisata, misalnya dari Bali ke Banyuwangi, Labuan Bajo, Lombok dan kembali lagi ke Bali. Layanan lain seperti hot air balloon disediakan di daerah Bromo, Borobudur dan beragam kota di Indonesia.





Startup ini berhasil masuk ke dalam 30 besar startup yang diinkubasi Kementerian Pariwisata dalam program Wonderful Startup Academi Batch II. Di bawah ini wawancara SWAonline dengan Fajar Maulana, CEO Flytours Indonesia.





Apa latar belakang pendidikan dan kerier
Anda sebelum mendirikan Flytours?





Saya memiliki minat untuk menjadi penerbang. Setelah lulus SMA ada dua sekolah yang menjadi pemikiran saya untuk melanjutkan, yaitu Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dan Bandung Pilot Academy. Akhirnya saya pilih Bandung Pilot Academy. Setelah selesai, saya mengambil sekolah lanjutan untuk instruktur pilot di Halim, lalu terbangnya di Curug. Setelah itu saya bekerja sebagai flight instructor di Banyuwangi. Tidak hanya mengajari terbang tetapi juga teori. Saya bekerja di sana selama 2 tahun mengajari calon pilot maskapai.





Setelah itu saya ke Sulawesi menjadi corporate pilot untuk pesawat charter di White Sky Aviation yang terbang untuk melayani company private, VIP. Ini sudah berjalan tahun kedua sampai sekarang.





Bagaimana timbul ide mendirikan Flytour?





Ide bisnis Flytours tercetus waktu saya di Banyuwangi. Waktu itu saya sama sekali tidak tahu bagaimana kondisi dunia aviasi di Indonesia secara umum. Setelah saya selesai di Banyuwangi, saya pindah ke Sulawesi. Ketertarikan saya di pariwisata, karena merupakan sektor bisnis yang everlasting.





Setelah saya terbang melewati pulau-pulau kecil yang eksotis, saya memikirkan ide ada pesawat amphibi yang bisa membawa wisatawan masuk ke pulau kecil itu. Akhirnya tercetus platform di mana wisatawan bisa pergi ke suatu tempat yang terisolasi tapi dengan waktu yang singkat. Pertamanya itu, akhirnya berkembang hingga platform yang sekarang. Dimana kami sudah melebarkan divisi menjadi platform khusus wisata udara. Jadi seluruh olahraga udara, wisata udara kami tampung di website kami. Mau ada terbang layang, terjun payung, terbang latih, terbang santai, balon udara, kami buat platform itu.





Siapa pesaing Flytours?





Di Indonesia belum ada yang seperti kami. Yang ada itu hanya wisata khusus seperti wisata helicopter di Bali yang harganya mencapai Rp 8 jutaan.





Karena terbatasnya informasi di masyarakat, makanya saya membuka portal ini untuk memudahkan masyarakat mengakses olahraga dirgantara dan wisata udara. Kami ingin regenerasi di olahraga dirgantara. Kami mengembangkan bisnis di wisata udara, yaitu balon udara dan terbang jelajah. Terbang jelajah menggunakan pesawat pribadi, kalau bisa amphibi selama 6-7 hari. Setelah itu pindah tempat lalu kembali ke tempat semula. Layanan ini bersifat full service berikuthotel, transportasi darat, makanan, asuransi, dan transportasi udara.





Bagaimana persiapan sebelum membangun
bisnis?





Awalnya mematangkan ide dulu. Awalnya kami berempat, timnya belum solid. Akhirnya pecah karena memiliki kesibukan masing-masing, tapi saya tetap kontinyu. Itu tahun 2017. Pertengahan 2018 saya bertemu dengan tim baru dan mereka mau dengan apa yang saya pikirkan, dengan visi yang sama. Mereka turun dan sekarang kami ada berempat. Sudah legal sebagai PT. Tahun 2019 kami tinggal mengembangkan di sistem ordernya.





Berapa modalnya?





Sekitar Rp 30 juta untuk membangun website, biaya perjalanan dan legalitas perseroan. Sedangkan untuk membeli dua balon udara dan satu pesawat amphibi tipe Cesna 206 memerlukan investasi Rp 22 miliar. Sementara itu, biaya operasional pesawat amphibi sekitar Rp 6 juta per jam. Sedangkan untuk balon udara menghabiskan Rp 1,5 juta per terbang selama 40 menit.





Jenis wisata apa saja yang sudah berjalan?





Balon udara on spot (diam di tempat) di Bali karena kami belum tahu keamanan medan di Indonesia untuk balon udara. Jadi kami pilih on spot dulu. Nantinya kami akan melayani keliling pakai balon udara. Misalnya, dari Bromo, ada destinasi lain misal Danau Toba, atau Jakarta.





Ada juga Paralayang di Bali dan Malang. Lalu Joyflight yang menggunakan pesawat terbang 2 penumpang dan 4 penumpang. Terbang bersama safety pilot. Lokasinya dekat dengan Jakarta, di Pondok Cabe dan Cibubur. Sedangkan Skydiving sudah beroperasi di Pangandaran, hanya sekarang ada kendala pesawatanya sedang maintenance.***





Editor: Sujatmaka





Sumber :
https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/strategi-fajar-maulana-merintis-wisata-udara





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera


Download >>

Kemenperin Kembangkan IKM Kelapa Terpadu


Kementerian Perindustrian terus memacu hilirisasi komoditas kelapa agar menjadi produk industri dalam negeri yang bernilai tambah tinggi. Langkah strategis yang sedang dilakukan, yakni melalui pelaksanaan program pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) Kelapa Terpadu.





“Kita ketahui bahwa kelapa mempunyai banyak manfaat, mulai dari akar sampai daun dan buah bisa diproduksi atau diolah oleh sektor IKM hingga industri besar. Jadi, upaya pengembangan IKM kelapa terpadu juga dapat meningkatkan pendapatan bagi pelaku agribisnis kelapa,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui siaran persnya, Jumat (19/4/2019).





Setelah menyelenggarakan program pengembangan IKM kelapa terpadu di Kabupaten Minahasa Selatan, Ditjen IKMA Kemenperin melanjutkan agenda serupa di Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk bimbingan teknis serta fasilitasi mesin dan peralatan pengolahan kelapa yang dapat menjadikan produk pangan atau pengolahan arang aktif.





Provinsi Gonrotalo memiliki areal perkebunan kelapa mencapai 71.524 ha, dengan jumlah tanaman menghasilkan 47.822 Ha atau 4.782.200 pohon dengan produksi 120 butir per pohon per tahun dengan total produksi 575.864.000 butir per tahun.





“Dari potensi alam itu, telah tumbuh industri pengolahan dari mulai skala kecil sampai dengan skala besar,” ungkap Gati. Bahkan, beberapa produk olahan kelapa seperti tepung kelapa asal Gorontalo telah diekspor ke Eropa (60%), Asia (20%) dan Afrika (20%).





“Kami optimistis, pengembangan IKM kelapa terpadu di Gorontalo mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa melalui diversifikasi produk olahan kelapa maupun pengolahan produk sampingannya yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku agribisnis kelapa mulai dari sektor hulu sampai dengan hilir,” paparnya.





Selain di Gorontalo, Ditjen IKMA Kemenperin juga sudah menggelar kegiatan bimbingan teknis produksi serta fasilitasi bantuan mesin dan peralatan IKM Kelapa Terpadu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Upaya inipundiyakini bisa menunjang peningkatan produksi IKM kelapa karena memanfaatkan teknologi modern.





“Pengembangan IKM Kelapa Terpadu di Kabupaten Tanjabbar terdiri dari tiga jenis kegiatan utama, yaitu pengembangan produk pangan berbasis kelapa, pengembangan IKM arang tempurung kelapa, dan peningkatan kemampuan IKM permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) pendukung pengolahan kelapa,” sebut Gati.





Menurut Gati, bisnis industri pengolahan kelapa di Indonesia masih prospektif dan terus berkembang di beberapa wilayah seperti Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Maluku Utara.





Beberapa waktu lalu, Ditjen IKMA Kemenperin dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara bersinergi membangun sentra IKM Kelapa Terpadu di Kabupaten Halmahera Barat. Sentra IKM ini diharapkan menjadi fasilitas pengembangan potensi kelapa di Halmahera Barat serta mampu menghasilkan berbagai komoditi produk turunan kelapa.





Gati memberikan apresiasi terhadap keseriusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dalam pengembangan potensi kelapa untuk menjadi produk hilir yang bernilai tambah tinggi. Hal ini diwujudkan adanya pembangunan sentra kelapa terpadu di Desa Acango.





“Dari sentra tersebut, diharapkan dapat dihasilkan berbagai komoditas seperti arang batok kelapa, serta berbagai macam produk dari sabut kelapa, gula merah baik gula batok maupun gula semut, air kelapa (nata de coco, kecap), dan minyak goreng,” sebutnya.





Gati menambahkan, Ditjen IKMA, melakukan program pengembangan IKM kelapa terpadu melalui pendekatan regional yang selaras dengan kebijakan daerah untuk mendorong peningkatan produksi kelapa dan olahan turunannya dalam meningkatkan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan ini tentunya berbasis kepada ketersediaan sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi tepat guna dan pasar.





“Kami bertekad untuk terus fokus mendorong sektor industri pengolahan kelapa di Tanah Air. Selain karena potensi alamnya yang melimpah, produk hilirisasi industri kita harus berbasis bahan baku dalam negeri dengan kualitas yang mampu kompetitif di pasar ekspor,” tegas Gati.





Produk turunan kelapa sudah memberikan kontribusi nilai ekspor yang lebih besar jika dibandingkan dengan ekspor buah kelapa utuh. Data BPS tahun 2017 menunjukkan bahwa nilai ekspor buah kelapa sebesar US$121,9 juta,sedangkan nilai ekspor produk turunan kelapa mencapai US$1,2 miliar yang terdiri dari coco fibre, copra, desicated coconut, coconut cream, coconut sheel, charcoal dan coconut activate carbon.





Kemenperin mencatat, Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia di atas Filipina, India, Srilanka, dan Brasil. Sementara itu, merujuk data BPS tahun 2017, luas area pohon kelapa mencapai 3,65 juta ha atau 14,58 persen dari 25,05 juta ha total areal perkebunan di Indonesia, dengan total produksi tanaman kelapa sebesar 2,87 juta ton. Sedangkan, berdasarkan data Asian and Pasific Coconut Community (2018), jumlah petani yang terlibat dalam agribisnis kelapa sebanyak 5,09 juta rumah tangga.





Sumber :
https://swa.co.id/swa/business-strategy/kemenperin-kembangkan-ikm-kelapa-terpadu





liburan di kost akan terasa lebih nyaman jika ruangan kamu bersih dan rapi, tapi mager? jangan khawatir klik jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Update App