KlinKlin Indonesia merupakan jasa cleaning service panggilan no.1 di Indonesia. Kami melayani jasa bersih kost Bandung, jasa bersih rumah Bandung dan cleaning service Bandung. Cabang kami tersebar di berbagai wilayah seperti cleaning service jakarta, bandung, jogja, surabaya, malang, semarang, balikpapan, bontang dan lainnya. Hubungi 085877678008

Swasta belum berminat bangun jaringan gas (Jargas)


JAKARTA. Pemerintah menargetkan jumlah jaringan gas (jargas) himgga 2025 bisa mencapai 4,7 juta Sambungan Rumah Tangga (SR). Untuk mewujudkannya, pemerintah menargetkan 1 juta SR tiap tahun mulai dari tahun 2020.





Selain menugaskan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku subholding gas, pemerintah juga berharap badan usaha swasta juga turut membangun jargas. Namun sejumlah badan usaha swasta yang diwawancara Kontan.co.id mengaku belum berminat membangun jargas.





Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Bobby Gafur Umar mengatakan, BNBR hingga saat ini belum memiliki minat untuk membangun jargas. Bobby beralasan BNBR tidak punya pengalaman dalam proyek jargas.





"Belum mengkaji ke arah pipa distribusi seperti jargas. Kami saat ini belum berpengalaman dalam distribusi gas sampai ke retail-nya," ujar Bobby ke Kontan.co.id pada Minggu (24/3).





Biarpun begitu Bobby mendukung upaya pemerintah membangun jargas. Apalagi proyek jargas mampu mengurangi impor LPG .





"Tapi ini merupakan solusi alternatif energi masa depan yang mana cadangan gas alam Indonesia cukup untuk lebih dari 50 tahun dan selama ini subsidi untuk import LPG terus naik," imbuhnya.





Bobby pun menyebut pada tahun ini BNBR akan fokus pada penyediaan bus listrik untuk transportasi publik.





"(Rencana tahun ini) Belum ada yang bisa signifikan diceritakan karena beberapa masih persiapan dan terikat kerahasiaan. Seperti pengembangan bisnis penyedia dan manufaktur bus listrik untuk transportasi publik dan lain-lain. Masih tahapan mau masuk trial. Nanti pertengahan April sudah lebih matang,"ungkap Bobby.





BNBR sendiri pada tahun ini belum berencana untuk mengerjakan proyek hilir gas baru. Menurut Bobby, pembangunan proyek hilir gas terkendala alokasi gas.





"Alokasi gas kuncinya dan itu belum jelas neraca gas nasionalnya," katanya.





Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Bangun Gas Persada, Rosadi Darwis yang mengatakan untuk Bangun Gas Persada belum berencana untuk membangun dan mengelola jargas.





"Untuk jaringan gas kota kami belum tertarik, tapi kami hanya menyediakan koneksi untuk jargas kota. Yang membangun dan mengelola terserah pemerintah, karena secara hitungan jargas belum mencapai titik keekonomian yang bisa dibiayai oleh pihak swasta atau komersial,"jelas Rosadi.





Selain masalah keekonomian, proyek jargas yang akan dikerjakan oleh swasta juga terbentur masalah pasokan gas. Rosadi bilang pembangunan jargas sangat tergantung dengan pasokan gas.





"Kami mengikuti aturan dari pemerintah saja kan pada dasarnya jargas sangat tergantung pada pasokan. Kalah pasokan tidak ada kepastian tentu sulit membangun jargas,"ucapnya.





Bangun Gas Persada pada tahun ini mengincar proyek jaringan transmisi dan wilayah jaringan distribusi (WJD). Bangun Gas Persada pun telah menyerahkan proposal Front End Engineering Design (FEED) dan Feasibility Study (FS) untuk WJD wilayah Kabupaten Cilacap, Kebumen, Tegal, Brebers, Cirebon, dan Pemalang.





WJD yang jadi incaran Bangun Gas Persada ini nantinya akan terhubung dengan proyek Termina Penerima LNG di Cilacap, Jawa Tengah yang berkapasitas 80.000-260.000 metrik ton. Total panjang pipa gas yang direncanakan mencapai 110 kilometer (Km) dengan total investasi untuk kedua proyek tersebut mencapai US$ 370 juta.





Rosadi mengaku untuk proyek pembangunan terminal LNG masih dalam proses persiapan lahan dan proses izin. "Karena kami merencanakan terminal LNG terintegrasi dengan jaringan transmisi pipa gas dan WJD, maka target tahun ini menyelesaikan masalah lahan dan izin lokasi terminal, memastikan jaringan transmisi, WJD dan end user mendapatkan semua perizinan serta memulai pembangunan.





Sumber :
https://industri.kontan.co.id/news/swasta-belum-berminat-bangun-jaringan-gas-jargas
Reporter: Febrina Ratna Iskana 
Editor: Yudho Winarto





Ingin rumah anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih rumah jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Survei Vox Populi: Jokowi-Ma'ruf 54,1%, Prabowo-Sandiaga 33,6%


JAKARTA. Survei yang digelar Vox Populi Research Center menunjukkan, elektabilitas pasangan capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dibandingkan pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.





"Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,1%. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga 33,6%," ujar Direktur Riset Vox Populi Research Center Dika Moehamad dalam siaran pers resminya, Senin (25/3/).





Adapun, jumlah responden yang memilih tidak tahu/ tidak menjawab, yakni sebesar 12,3%. Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 1.200 orang mewakili 34 provinsi, kemudian dipilih berdasarkan acak bertingkat (multistage random sampling).





Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka melalui kuisioner. Survei yang digelar dari tanggal 5 hingga 15 Maret 2019 ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin of error sebesar 2,9 persen.





Dika mengatakan, tingginya selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga disebabkan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.





"Tingginya kepuasan terhadap kinerja pemerintah terkonversi dalam elektabilitas Jokowi yang jauh mengungguli Prabowo-Sandiaga, yakni terpaut 20%," ujar Dika. (Fabian Januarius Kuwado)Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Vox Populi: Jokowi-Ma'ruf 54,1 Persen, Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen", 





Sumber : Kompas.com 
Editor: Noverius Laoli





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Obligasi PUB IV tahap VIII milik SMF resmi tercatat di bursa


JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF resmi mencatatkan obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap VIII tahun 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/3). Nilai penerbitan obligasi ini mencapai Rp 2,51 triliun dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).





Obligasi tersebut terdiri dari dua seri, yakni Seri A dengan nilai pokok sebesar Rp 522 miliar dan tingkat bunga tetap sebesar 7,75%. Kemudian Seri B dengan nilai pokok sebesar Rp 1,98 triliun dan tingkat bunga tetap sebesar 8,45%. Seri A memiliki jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi, sedangkan Seri B berjangka waktu tiga tahun.





Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyampaikan, minat investor untuk berinvestasi pada obligasi SMF cukup tinggi sehingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribe. “Pada saat book building, obligasi PUB IV tahap VIII ini melebihi target sebesar Rp 3 triliun, tapi kami sesuaikan untuk kebutuhan dana saat ini yaitu sebanyak Rp 2,5 triliun,” ujar dia, Senin (25/3).





Ia menambahkan, dana yang diperoleh dari obligasi ini akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada penyalur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dalam rangka melaksanakan peran SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV). Penerbitan obligasi ini juga menjadi bentuk komitmen SMF sebagai penyedia likuiditas jangka menengah panjang bagi KPR.





Sebagai catatan, penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari PUB IV oleh SMF yang bertujuan untuk menghimpun dana dengan target sebesar Rp 12 triliun.





Direktur SMF Heliantopo mengatakan, setelah penerbitan obligasi PUB IV tahap VIII, pihak SMF masih menyisakan target dana sekitar Rp 87 triliun. Namun, dana tersebut tidak akan dikejar dengan penerbitan tahap selanjutnya. “Sulit bagi obligasi jika sekali terbit hanya Rp 87 miliar,” imbuhnya, Senin (25/3).





SMF lebih memilih untuk mempersiapkan PUB V dengan target dana yang dihimpun dari PUB V sekitar Rp 21 triliun.





Heliantopo menyebut, jika tak ada aral melintang, obligasi PUB V tahap I diharapkan dapat segera terbit pada akhir kuartal II nanti. Adapun nilai penerbitan obligasi tersebut ditargetkan sekitar Rp 2 triliun.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/obligasi-pub-iv-tahap-viii-milik-smf-resmi-tercatat-di-bursa
Reporter: Dimas Andi 
Editor: Herlina Kartika





kost anda kotor dan tidak sempat membersihkannya? serahkan kepada kami jasa bersih kos jogja







Download >>

Update App