KlinKlin Indonesia merupakan jasa cleaning service panggilan no.1 di Indonesia. Kami melayani jasa bersih kost Bandung, jasa bersih rumah Bandung dan cleaning service Bandung. Cabang kami tersebar di berbagai wilayah seperti cleaning service jakarta, bandung, jogja, surabaya, malang, semarang, balikpapan, bontang dan lainnya. Hubungi 085877678008

Koke, Aroma Tak pernah Bohong


Siapa belum mengenal Koke? Parfum mobil dari biji kopi karya PT Kreasi Intan Nusantara (KIN) ini sedang nge-hit karena sensasi aromanya yang khas dan berkarakter mengundang kegairahan bagi pengendaranya. Aroma kopi yang kuat sungguh memberikan energi dan mood yag lebih baik bagi siapa pun yang mencium baunya.





Koke pengharum mobil bukan produk pertama KIN. Sebelumnya, KIN memperkenalkan kerajinan gelang kopi. Gelang unik ini dirangkai dari biji kopi arabica yang kuat dan bau harum kopinya tahan lama. Menjadi aksesori penunjang penampilan, gelang kopi terkenal di kalangan anak muda, terutama yang membeli via online. Dengan harga terjangkau --gelang Rp 35 ribu, tasbih Rp 50 ribu, kalung Rp 150 ribu-- permintaan via online untuk gelang kopi ini pun meningkat dari waktu ke waktu.





Adalah Yudi Prasetyo, pria asal Palembang, yang percaya dengan ungkapan “rasa (aroma) tak pernah bohong”. Ia yakin, bisnis yang memanfaatkan aroma (kopi) tidak akan pernah merugi. Keyakinan itu diwujudkan dengan merintis Koke --singkatan dari kopi kreatif-- awal November 2015.





Pria 27 tahun ini bercerita, saat itu awalnya ia masih bekerja di salah satu media nasional di Jakarta. Ia mengaku sering menyaksikan teman-temannya yang menyukai aroma kopi, tetapi tidak bisa mengonsumsinya karena alasan tertentu. “Lalu, saya berpikir bagaimana caranya agar aroma kopi ini bisa dinikmati orang tanpa harus diminum,” ceritanya mengingat kejadian tiga tahun lalu.





Rupanya, alam menjawab apa yang dipikirkan Yudi. “Tiba-tiba, saat dinas ke Jogja, saya ketemu teman yang anak petani kopi di daerah Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. (Ia) minta tolong untuk membantu mengakomodir agar biji kopi yang tidak layak konsumsi bisa dijadikan sesuatu,” kata Yudi. Hal itu pun langsung tersambung dengan ide yang ada di benaknya ketika itu.





Tak ingin kehilangan waktu, Yudi bergegas menghubungi teman-teman barista di Yogyakarta untuk mendiskusikan bagaimana caranya agar biji kopi tidak layak konsumsi itu bisa dimanfaatkan menjadi manik-manik dan terus mengeras. Seingatnya, saat itu banyak temannya tidak yakin dengan idenya, tetapi ia tetap bersikukuh menciptakan gelang kopi dari biji kopi yang sudah mengeras. Intinya, ia ingin biji kopi itu tidak terbuang, tetapi menjadi manik-manik yang difungsikan untuk gelang atau kalung.





Setelah melakukan uji coba, dengan modal awal Rp 500 ribu, Yudi membeli bahan-bahan, antara lain tali, biji kopi, alat bor, dan wajan untuk menggoreng biji kopi. Dari bahan-bahan tersebut, dibuatlah beragam pernak-pernik: gelang, kalung, tasbih, anting, dan rosario. Selain itu, biji kopi tersebut juga dibuat ekstrak parfum dan pewangi. “Dari bahan baku biji kopi, kini kami sudah memproduksi sekitar 10 item barang,” katanya. Ia bangga produknya dapat diterima masyarakat. Bahkan, untuk produk gelang kopi, penjualannya bekerjasama dengan Damn! I Love Indonesia milik Daniel Mananta.





Di antara 10 jenis barang tersebut, menurut Yudi yang tengah menempuh pendidikan S-2 Konsentrasi Pemberdayaan Masyarakat di STPMB APMD Yogyakarta ini, ada empat produk yang menjadi best seller, yakni pewangi kopi,roll-on kopi, parfum badan, dan gelang kopi. Untuk pewangi kopi yang terdiri dari tiga varian: black coffee, mocacinno, dan choco coffee, Yudi mengklaim, dialah yang pertama memproduksi.





Kini, dalam sebulan, produksi Koke mencapai 40 ribu bungkus. Untuk bahan baku, Yudi mulai menjalin kerjasama dengan petani lokal. Dulu, ketika kebutuhan biji kopi 300 kg/bulan, ia masih bisa mengusahakannya dengan membeli kopi dari banyak tempat. Namun sekarang, ketika kebutuhan meningkat, mencapai 3 ton/bulan, ia kewalahan. Ia pun melakukan investasi kebun sendiri di Bondowoso dan Temanggung, juga menjalin kerjasama dengan petani lokal di Lampung, Temanggung, Bali, dan Sumatera Selatan.





“Kami mencoba mengolah sendiri dan beberapa kami dapat dari teman-teman petani. Kami mencoba memberdayakan orang di Prambanan dan Bantul, khususnya pekerja pabrik dan manula,” kata Yudi. Ia memberdayakan petani yang dulunya merupakan pekerja bawang yang hanya digaji Rp 12 ribu per hari menjadi pegawai produksi Koke yang saat ini sudah berjumlah 22 orang: tujuh orang di Prambanan dan 15 orang di Bantul.





Setelah tiga tahun berjalan, dibenarkan oleh Yudi, bisnisnya berkembang relatif cepat. Hal itu diakuinya berkat pengalaman bekerja di media. “Saya memanfaatkan teman-teman sendiri yang beritikad baik. Baik itu teman artis ataupun teman saya di media dulu,” ungkapnya.





Menurut Yudi, konsep economy sharing melalui sistem agen, distributor, danreseller terbukti lebih sesuai ketimbang menggunakan sistem distribusi langsung. “Kalau orang yang berasal dari luar Yogyakarta mau beli ke kami langsung, itu tidak bisa. Mereka harus membeli lewat reseller Koke di kota terdekat, misalnya di Jakarta dengan harga sesuai dengan yang Kokepublished,” katanya panjang lebar.





Koke yang dibanderol Rp 35 ribu-50 ribu juga agresif menggarap penjualanonline. Tokopedia, Shopee, Blibli.com, Blanja.com, dan Elevenia ikut menjual Koke. Toko offline-nya hanya ada di Jl. Kaliurang Km 5,5, Yogyakarta. Sejauh ini Koke melakukan penjualan di wilayah Jabodetabek, Sumatera, bahkan sudah merambah luar negeri seperti Kuwait, India, Hong Kong, dan Malaysia.





Dengan penjualan per bulan 120.000 pcs, omset Rp 1,4 miliar (Juni-Desember 2018), dan presentase profit per bulan selalu di atas 40%, Yudi optimistis, Koke masih dapat terus berkembang. Untuk jangka pendek, pihaknya berencana membuka toko oleh-oleh di Yogya dan meluncurkan empat varian produk terbaru. Adapun rencana jangka panjangnya, memperluas pasar ekspor. Ia menyadari, untuk perluasan pasar ekspor, pihaknya harus menjaga konsistensi produk terlebih dulu. Setelah itu, barulah memikirkan ekspedisi dan pengapalannya.





“Rencana kami masih panjang. Kami berencana memiliki konveksi sendiri untuk goninya. Kami juga punya konsep 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Repair),” Yudi menandaskan. Ia pun bertekad menjaga nilai-nilai perusahaan. “Saya tidak melulu soal uang dan bisnis, namun saya ingin harus ada social impact-nya juga,” katanya meyakinkan.(*)





Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/marketing/koke-aroma-tak-pernah-bohong





Dyah Hasto Palupi/Chandra Maulana





kost berantakan, kotor, dan kurang nyaman? klik jasa bersih kost jogja untuk mendapatkan solusi terbaik


Download >>

Cara Wahyoo Berdayakan Ribuan Warung


Kendati teknologi sudah merambah berbagai sektor, boleh dibilang belum banyak yang menyentuh warung makan, yang menjadi tempat makan “sejuta umat” di Indonesia. Melihat hal itu, Wahyoo hadir, siap meng-upgrade setiap warung makan di negeri ini, seperti warung tegal (warteg), warung pemalang, warung padang, warung bakso, warung sate, warung bakmi, dan warung Indomie. Pendeknya, bagi warung yang menggarap kalangan menengah-bawah, Wahyoo telah menyiapkan aplikasi teknologi yang sudah compatible dengan ponsel cerdas Android untuk meningkatkan pengelolaan warung melalui sarana digital.





“Kami ingin membawa warung makan yang sifatnya masih tradisional/konvensional agar bisa lebih baik dari sisi penggunaan digital maupun dari manajemennya,” ujar Peter Shearer, Chief Executive OfficerWahyoo. Jadi, Wahyoo siap membantu warung-warung makan meningkatkan sumber daya dan pendapatan melalui teknologi. Sementara beberapa pemain lain sekadar memberikan teknologinya, Wahyoo berbeda: juga fokus pada aspek lain seperti pengelolaan keuangan dan manajemen warung.





Menurut Peter, pihaknya fokus menggarap warung makan karena kalau dihitung, rata-rata pengunjung warteg per hari berkisar 100 orang per warung. Jika ditotal, diperkirakan ada sekitar 3,5 juta orang yang makan di warteg per harinya. Kalau kondisi makanan dan warteg tidak bersih, itu akan berdampak pada kesehatan pencernaan. “Semua warung yang bergabung dengan Wahyoo pun tidak akan mematok harga yang lebih mahal dari sebelumnya dan tidak menghilangkan esensi dari warung-warung itu sendiri,” katanya menjamin.





Lalu, apa saja kelebihan yang akan didapat oleh setiap warung yang bermitra dengan Wahyoo? Menurut Peter, yang selalu ditawarkan ke pemilik warung adalah 2P, yakni pengetahuan dan pendapatan. Pengetahuan yang ditawarkan adalah untuk pengembangan keterampilan (skill) dan karakter. Pemahaman keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan dalam mengelola keuangan, manajemen warung, dan lain-lain. Adapun karakter yang dimaksud adalah mendorong pemilik warung makan menjadi JuTaWan (Jujur, Tangguh, Menawan).





Selain itu, penghasilan tambahan juga bisa didapatkan oleh pemilik warung melalui sponsor-sponsor dari merek yang telah bermitra dengan Wahyoo, di antaranya Mayora, Kalbe, dan Danone. Dengan demikian, semua pihak bisa diuntungkan. Pemilik merek sponsor bisa mendapatkan jaringan penjualan yang baru di seluruh mitra warung Wahyoo dan peningkatan brand awareness. Pemilik warung pun diuntungkan dengan mengambil margin dari penjualan merek-merek tersebut.





“Jadi, dari setiap sponsor yang bergabung, keuntungan tidak hanya didapatkan oleh pemilik warung. Kami juga mendapatkan keuntungan di sana. Kami mengambil margin dari supply chain produk sponsor ke warung-warung mitra Wahyoo, yang biasanya 7-10%, tergantung pada nilai valuasinya,” ungkap Peter menjelaskan berbagai keuntungan yang diraihnya.





Mengenai persyaratan bermitra dengan Wahyoo, kata Peter, karena kerjasama ini untuk jangka panjang, setiap pemilik warung harus memiliki tempat yang permanen. Lalu, dilihat juga sudah berapa lama warungnya beroperasi, dan latar belakang/karakter pemiliknya, Kerjasama dengan warung makan ia patok hanya satu tahun dulu. Setelah itu, bisa diperpanjang lagi dengan syarat yang mudah dan pendaftaran yang tidak dipungut biaya sama sekali.





Per Januari 2019, jumlah warung yang telah bermitra dengan Wahyoo per Januari 2019mencapai 3.123 warung. Setiap bulan ada penambahan 600-800 warung. Jadi, per Februari 2019 diperkirakan mencapai 3.800-an warung yang saat ini masih fokus di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Selanjutnya, Wahyoo akan merambah Depok dan Bogor. “Sejauh ini, mitra warung makan masih didominasi 70%-nya oleh warung tegal,” cetusnya.





Peter menjelaskan, pihaknya pernah bermitra dengan salah satu startup yang bergerak di rantai pasok bahan baku makanan. Namun, platform mereka masih belum mumpuni untuk mengatur order yang banyak dari mitra warung Wahyoo dan tersebar di beberapa daerah.





Baginya, hal terpenting adalah service level. Jangan sampai setelah bekerjasama dengan salah satu pihak, malah membawa dampak yang kurang baik bagi Wahyoo. “Kami sangat selektif memilih mitra startup lain. Sejauh ini pun kami masih handle sendiri untuk supply chain bahan bakunya, seperti gula, telur, minyak goreng, dan ayam,” ungkapnya. Demikian juga soal investor bisnisnya, pihaknya masih memakai sistem bootstraping (pendanaan sendiri). “Sudah ada venture capital yang prospektif, namun belum bisa kami beritahukan karena masih dalam proses,” kata Peter.





Saat ini Wahyoo juga semakin percaya diri untuk bisa menambah mitra warungnya sebanyak 13.000 warung di 2019 ini. “Dulu kami hanya bermarkas dalam satu rumah, selanjutnya pindah, menyewa satu lantai ruko dan SDM kami sudah berjumlah 70 orang. Rencana di Mei 2019, kami akan pindah ke empat ruko di Green Lake City, Tangerang,” kata Peter mengungkap rencana bisnisnya ke depan.





Wahyoo juga sudah membuka Wahyoo Academy, tempat pelatihan bagi para pemilik warung yang telah dibuka pada 17 Februari 2019. Ada tiga modul yang disiapkan, yaitu modul keuangan, layanan pelanggan, serta pengelolaan kebersihan dapur dan makanan. Tiga hal ini sangat esensial, sehingga siapa pun yang mau makan di mitra warung Wahyoo tidak akan meragukan kebersihan dan pelayanannya. “Saya percaya bahwa mengubah karakter juga tidak bisa instan, maka dibutuhkan proses juga yang tidak sebentar. Wahyoo bukanlahstartup yang business oriented, namun kamilah yang memberikan digital social impact kepada mitra-mitra kami,” kata Peter penuh semangat.(*)





Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/technology/cara-wahyoo-berdayakan-ribuan-warung





Dede Suryadi dan Chandra Maulana





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik jasa bersih rumah jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Download >>

Uni Eropa Setuju Tunda Brexit dengan 2 Opsi


DW. Perdana Menteri Inggris Theresa May hari Kamis (21/3) bertandang ke Brussel menghadap para petinggi dan kepala pemerintahan Uni Eropa yang sedang bersidang. May mengajukan penundaan Brexit sampai akhir Juni, namun Uni Eropa menolak. Gantinya, Uni Eropa memberikan dua opsi.





Opsi pertama: Parlemen Inggris menyetujui Perjanjian Brexit yang sudah dirundingkan pemerintah Inggris dengan Uni Eropa selama dua tahun. Dalam hal ini, Inggris akan resmi keluar dari Uni Eropa tanggal 22 Mei. Jika parlemen Inggris tetap menolak Perjanjian Brexit, maka akan berlaku opsi kedua.





Opsi kedua: Dalam hal parlemen dengan suara mayoritas kembali menolak Perjanjian Brexit, maka Inggris diberi waktu sampai 12 April, untuk menyatakan akan sementara tetap menjadi anggota di Uni Eropa dan ikut Pemilu Eropa, yang akan berlangsung 23 sampai 26 Mei. Jika Inggris menolak ikut Pemilu Eropa, maka negara itu otomatis akan berhenti menjadi anggota Uni Eropa. Artinya, Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa perjanjiian (No-Deal-Brexit).





Parlemen Inggris harus mengambil keputusan





Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan pada konferensi pers setelah perundingan hampir sembilan jam: "Pemerintah Inggris masih punya pilihan: dengan kesepakatan, tanpa kesepakatan, masa perpanjangan yang panjang, atau mencabut pasal 50. Tanggal 12 April adalah tanggal utama." Yang dimaksud Tusk dengan mencabut pasal 50 adalah membatalkan permohonan keluar dari Uni Eropa. Ini memang masih bisa dilakukan Inggris secara sepihak, tanpa persetujuan Uni Eropa.





Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan: "Kami secara gamblang menyatakan pada Inggris: Jika kalian sampai batas waktu ini (12 April) tidak mengambil keputusan, maka kalian tidak bisa berada di sini (Uni Eropa) lagi".





Perdana Menteri Inggris Theresa May segera menyatakan menerima keputusan Uni Eropa dan akan membawanya ke sidang parlemen Inggris. Dia kembali meminta anggota parlemen Inggris untuk menerima Perjanjian Brexit, agar proses itu bisa berjalan lancar.





Kanselir Jerman Angela Merkel menyambut baik keputusan Uni Eropa yang menyebut konferensi puncak di Brussels sebagai "malam yang intensif tetapi sukses."





Parlemen Inggris diharapkan dalam minggu-minggu depan membahas kedua opsi dari Uni Eropa dan mengambil keputusan. Banyak pengamat meragukan bahwa mayoritas anggota parlemen akan menerima Perjanjian Brexit, yang sudah dua kali mereka tolak dengan mayoritas besar.






Sumber : DW.com 
Editor: Sri Sayekti





Ingin rumah anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih rumah jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Update App