KlinKlin Indonesia merupakan jasa cleaning service panggilan no.1 di Indonesia. Kami melayani jasa bersih kost Bandung, jasa bersih rumah Bandung dan cleaning service Bandung. Cabang kami tersebar di berbagai wilayah seperti cleaning service jakarta, bandung, jogja, surabaya, malang, semarang, balikpapan, bontang dan lainnya. Hubungi 085877678008

Ferdinand Gumanti, Master of Art Stone Asia dari Indonesia


Di industri batu alam siapa yang tidak mengenal Ferdinand Gumanti, pendiri Fagetti. Atas dedikasinya terhadap industri batu alam, ia mendapatkan penghargaan prestisius dari Antica Libera Corporazione Dell'Arte Della Pietra, Italia sebagai Master of Art Stone tahun 2014. Penghargaan tersebut adalah satu-satunya yang diberikan lembaga ini kepada tokoh dan perusahaan batu alam di Asia.  





Fagetti merupakan produsen dan supplier batu alam grade premium di Indonesia. Portofolio batu alam yang dimiliki, antara lain, marmer, onyx, granit, travertine dan limestone. Perusahaan yang dirintis sejak tahun 1986 ini memiliki lebih dari 900 jenis batu alam dengan segala keunikannya, di showroom dan pabrik Fagetti di Cibitung, Bekasi.  





Di ajang IndoBuildTech 2019, PT Fajar Gelora Inti atau dikenal dengan nama Fagetti meluncurkan teknologi marmer terbaru. Dengan teknologi yang dimiliki, Fagetti mampu mengubah tampilan marmer menjadi lebih artistik.    





Beberapa kreasi marmer yang dapat dilakukan dengan teknologi Fagetti di antaranya adalah mengubah marmer menjadi tembus cahaya, menciptakan tekstur pada marmer polos menjadi garis-garis atau bergelombang, membentuk marmer dengan desain 3D serta menjadikan marmer sebagai artwork.





Dengan tema "Determining the Latest Trends in Marble Architecture", Fagetti akan menampilkan berbagai kreasi teknologi seperti marmer berbentuk bunga, lukisan burung, twist column, marmer bersisik dan lain-lain.





Salah satu teknologi baru yang dimiliki Fagetti adalah membuat marmer menjadi tembus cahaya. Ia mencontohkan, ada jenis batu alam yang bisa tembus cahaya, salah satunya onyx. Sedangkan marmer sejatinya adalah batu alam padat yang tidak bisa tembus cahaya. Tapi Fagetti bisa membuat marmer menjadi tembus cahaya sehingga tampilannya menjadi lebih cantik ketika terkena sorot cahaya lampu dari belakangnya. "Untuk marmer tembus cahaya, kami jual US$ 3000/m2, marmer ini kami impor dari Brazil," kata Ferdinand.





Teknologi lain yang dimiliki Fagetti adalah kemampuan memotong marmer menjadi sangat tipis hingga 3 milimeter. Marmer yang ditipiskan kemudian ditempelkan pada honeycomb agar lebih kuat dan memudahkan instalasinya. Setelah ditipiskan marmer menjadi ringan sehingga bisa digunakan untuk material pintu, drawerceiling hingga lantai lift.





Untuk sentuhan akhir atau finishing, Fagetti memberikan beberapa pilihan di antaranya yang paling banyak disukai adalah polished yang membuat permukaan batu alam menjadi glossy, honed yang membuat permukaan batu alam menjadi doff dan leatheryang membentuk tekstur pada permukaan sesuai dengan sifat batu alam.





Fagetti menggunakan mesin dari Italia yang bisa membentuk batu alam dengan detail sesuai keinginan para arsitek, interior designer dan product designer dengan ukuran yang sangat presisi. Sebelum batu alam dikirimkan ke customer, perusahaan akan menguji kekuatan dan kualitas batu alam di laboratorium milik sendiri.





Dengan berbagai keunggulannya, tidak salah jika arsitek, interior designer dan product designer menjadikan Fagetti sebagai pilihan pertama untuk proyek yang tengah dirancang. Apalagi, Fagetti memiliki stok batu alam yang selalu tersedia dan siap dikirim tepat waktu.





Fagetti memenuhi permintaan batu alam untuk pasar ritel dan korporasi. Di pasar ritel, batu alam Fagetti banyak dipergunakan untuk memperindah rumah hunian kelas menengah ke atas. Fagetti dipilih karena memiliki beragam jenis batu alam yang unik dan eksklusif yang mampu memenuhi nilai-nilai estetika dan keindahan pada rumah tinggal. "Kami banyak menggandeng konsultan untuk memasarkan batu alam, karena mereka yang benar-benar mengerti prosesnya," ujarnya.





Di pasar korporasi, batu alam Fagetti ikut menyempurnakan kemegahan sejumlah proyek prestisius di Jakarta di antaranya adalah InterContinental Hotel Pondok Indah, Penthouse Menara Astra, PIK Office, Park Hyatt – MNC Media Tower, District 8 Office & Residence, Arkadia Tower, Jakarta Box, Apartment Casa Grande, South Quarter, Pondok Indah Residence, Anandamaya Residence, Menara Kompas, Kota Kasablanka Mall, La Vie Condominium dan International Financial Centre 2.





Di Surabaya, batu alam Fagetti melengkapi keindahan bangunan Supermal Pakuwon Indah, Tunjungan Plaza, The Peak Residence dan One Icon Residence. Sedangkan di Bali, ada Movenpick Resort and Spa dan Sofitel Hotel. Lalu, ada JHL Solitaire di Tangerang, Masjid Suciati Saliman di Yogyakarta, Hotel Adimulya di Medan, Sheraton Hotel dan Radisson Hotel di Lampung serta Radisson Hotel di Batam yang juga memajang batu alam eksklusif dari Fagetti.





Sumber : https://swa.co.id/swa/trends/ferdinand-gumanti-master-of-art-stone-asia-dari-indonesia





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Bisnis-Bisnis Reino Barack


Di jagad hiburan, nama Reino Barack tiba-tiba melambung tinggi setelah menikahi penyanyi fenomenal Syahrini. Sejak mulai berhubungan, lalu mengikat janji pertunangan, kemudian menjalani pernikahan tertutup di Negeri Sakura pada 27 Februari 2019, hingga sekarang menanti kehamilan Syahrini, beritanya terus berseliweran setiap hari. Bagi pencinta infotainment, tiada hari tanpa Syahreino, nama baru buat pasangan muda yang tengah dimabuk cinta itu.





Siapa Reino Barack? Ia sebenarnya sudah dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. “Dari dulu hingga sekarang saya suka menggeluti beberapa sektor yang berbeda, dan saat ini saya memiliki bisnis di sektor properti, media,food & beverage (F&B),” kata Reino. Sebelumnya, ia juga aktif bekerja di dunia film, tetapi saat ini tidak sefokus dulu karena pasarnya tidak sesuai dengan ekspektasinya. “Saat ini, saya banyak bergelut di sektor F&B, namun bermain di pasar modal tetap jalan. Saya juga invest di tiga startup yang memiliki prospek yang bagus,” kata pria kelahiran Jakarta, 21 Juni 1985, ini menginformasikan.





Capaiannya sebagai perngusaha di usia yang relatif muda ini tidak terlepas dari tekadnya sejak kecil, yaitu menjadi pengusaha. “Sejak kecil, di benak kepala saya, saya tahu bahwa saya akan menjadi pengusaha. Walalupun saya tidak memercayainya, tetapi saya tahu. Kakek saya pengusaha kayu, bapak saya pengusaha. Sudah dua generasi yang menjadi pengusaha, tidak mungkin saya tidak menjadi pengusaha. Walaupun saat kecil saya pernah bercita-cita menjadi musisi, tapi akhirnya menikahi seorang musisi,” kata Reino sambil tersenyum.





Sebelum terjun menjadi pengusaha, Reino pernah bekerja di berbagai perusahaan di luar negeri. Seperti pada 2006-2007, saat masih berada di Jepang, ia bekerja di bank investasi Merrill Lynch yang sekarang sudah diakuisisi Bank of America. “Saat itu saya bekerja secara gila-gilaan dengan budaya Jepang dan Amerika. Saya datang ke kantor pukul 06.45 pagi dan pulang pukul 2 malam atau 3 malam. Saya melakukan itu dari Senin hingga Jumat. Itulah yang membentuk kedisiplinan dan daya tahan saya dalam pekerjaan,” ungkapnya mengenang. Waktu mulai magang bekerja di Jepang tersebut, ia baru berusia 19 atau 20 tahun dengan gaji Rp 30 juta per bulan.





Setelah dari sana, tadinya Reino ingin bekerja di Merrill Lynch London, Inggris. Namun, ayahnya melarang. “Bapak saya bilang, untuk apa? Ilmu yang dimiliki di London tidak bisa dipakai di Indonesia, karena di sini tidak ada bank investasi asing,” ungkap lulusan Jurusan Keuangan Internasional dan Ekonomi InternasionalAmerican University di Paris, Prancis ini. Ia bersyukur tidak jadi bekerja di London karena saat itu Eropa mengalami krisis ekonomi.





Karena tidak diperbolehkan bekerja di London, akhirnya Reino pulang ke Indonesia. Ia bekerja di Makes & Partner Corporate Law Firm, dan setelah itu pindah ke Ernst & Young (EY) di bagian transaction advisory services. “Saya keluar dari EY, karena saya sudah jenuh dan mengerti. Jadi, kerjanya hanya repetitif. Saya mengundurkan diri, dan bilang sama bapak saya bahwa ingin pindah ke Media Nusantara Citra (MNC),” kata putra Rosano Barack, Presiden Komisaris Global Mediacom Tbk. (Grup MNC) ini. Saat itu Reino menilai media di Indonesia belum optimal dari segi konten. Ia juga gigih memperjuangkan pentingnya program anak yang mendidik untuk bisa ditayangkan di Indonesia tanpa mengesampingkan sisi bisnis. Inilah yang mendorongnya menciptakan progam Bima Satria Garuda.





Berkarya di MNC sejak November 2008, sembilan tahun kemudian Reino memutuskan membangun bisnis sendiri. Karena ia menyukai beberapa sektor bisnis yang berbeda: properti, media, dan F&B, ketiganya pun sengaja dilakoni. Untuk sektor properti, saat ini ia memiliki beberapa investasi yang lumayan besar. Salah satunya, di Ritz Carlton Reserve Mandapa, Ubud, Bali. “Kami pernah mendapatkan award sebagai Best Hotel in the World, kedua terbaik di dunia dan pertama di Asia dari Trip Advisor,” katanya bangga. Untuk sektor media, di Metro TV. “Saya bukan daily operation, tapi hanya executive member of the board,” ungkapnya tanpa menjelaskan lebih terperinci.





Di sektor F&B, ia memiliki puluhan restoran. “Saya banyak terlibat di sini karena sedang masa pengembangan. Saya ikut sampai ke bagian operasionalnya,” ujarnya. Sementara di properti, ia tidak ikut terlibat, lebih ke management meeting yang hanya melibatkan direksi. “Saya ke Bali hanya sebulan sekali. Itu juga sampainya tengah malam, dilanjutkan meeting pukul 8 pagi dan pukul 3 sore sudah balik lagi ke Jakarta,” ungkapnya. Memang, yang memegang operasional hotel adalah Ritz Carlton dan, sebagai pemilik, Reino hanya memberikan arahan.





Di bisnis F&B, awalnya, ia ditawari temannya untuk membeli restoran Altitude yang dibangun oleh temannya itu. Resto itu dibangun di lantai paling atas yang banyak kacanya sehingga pemandangannya bagus. Menurut Reino, tujuh tahun lalu, belum ada resto yang seperti itu di Jakarta. “Saya pelajari dan akhirnya saya beli restoran dia. Saya berani membelinya karena saya suka makan dan mengerti bisnis restoran. Saat kuliah di Paris, kerjaan saya mengelilingi restoran dari yang murah sampai yang mahal. Semua saya jelajahi,” katanya. Sejatinya, Reino sangat suka dengan bisnis hospitality, karena ia mengaku memahami bidang tersebut. “Prinsip saya, setiap saya mau invest, saya harus mengerti dan pelajari terlebih dahulu,” ujarnya.





Awalnya, Reino selalu membuat resto yang bukan untuk mass, target pasarnyahigh end dengan harga Rp 500 ribu ke atas per orang. Namun, saat ini ia ingin mempelajari mass market. Maka, ia pun membuka resto Food Days yang rata-rata pengeluaran makannya sekitar Rp 100 ribu per orang. Ia melihat pasar menengah-bawah sangatlah besar. Selain itu, saat ini ia pun mengaku tidak ingin lagi terlibat di operasional dan lebih memilih menjadi investor saja. “Jadi, kalau ada yang ingin membeli restoran saya, saya tidak akan say no, karena saya pun sudah untung melalui bisnis ini,” ucapnya.





Reino ingin menjadi investor saja bukannya karena ingin ada di “langit”. Namun, ia mengetahui kelebihannya ada di mana. “Investor itu elangnya food chain, posisi paling enak. Biasanya investor itu tidak ada yang ngetok dari atas lagi, karena your money your risk,” katanya menjelaskan. Lalu, berapa rata-rata investasi di restorannya? Investasinya ada dikisaran Rp 2,5 miliar-36 miliar. Balik modalnya 2-3 tahun. “Di industri F&B memang standarnya segitu. Kalau lebih dari itu, saya batalkan,” ujarnya tegas.





Lalu, bagaimana kinerja bisnisnya saat ini? Ia menjelaskan, resto Food Days selalu didatangi ratusan orang per hari. Saat weekend, lebih banyak lagi, sehingga pelanggan kalau tidak reservasi, tidak akan kebagian kursi. “Sampai saat ini, belum balik modal, standarnya 2-3 tahun. Satu orang pengunjung minimal menghabiskan uang Rp 100 ribu. Saat ini, dalam sehari ada 200-300 orang yang datang,” ungkapnya merinci. Resto yang paling besar kontribusinya saat ini adalah Altitude --karena ada tiga resto, Reino menjadikannnya satu resto.





Kinerja bisnis propertinya, menurut Reino, tidak pernah rugi. “Kenapa saya ambil tiga sektor bisnis: F&B, properti, dan media. Karena properti paling low risk, F&B medium risk, film serta startup high risk. Makanya, saya ingin diversifikasi bisnis saya,” kata pehobi olah raga boxing ini tanpa mau menyebut apa saja startup yang dibidiknya.





Saat ini, ada juga bisnis yang sedang dikembangnya di bidang ritel, yaitu bisnis puding. Ia sebagai pemegang sahamnya, dan bisnis ini dibantu sang istri. Bisnis ritel lainnya adalah memproduksi sabun merek Cow. Sabun tersebut sudah ada di Jepang sejak 110 tahun lalu. “Jadi, saat ini, saya memiliki hak distribusi sabun Cow dan Dessert Factory. Ke depan, rencananya ingin menambah produk ritel dan harapannya bisa seperti perusahaan Indofood,” ujar Reino mengungkap obsesinya.





Saat ini, Reino pun masih terlibat dalam bisnis keluarganya. “Namun dari dulu, saya lebih suka membangun daripada meneruskan. Jadi, saat ini bisnis yang saya bangun meliputi F&B, properti, investasi, capital market, dan startup,” katanya menegaskan. (*)





Dede Suryadi dan Anastasia A.S.





Sumber : https://swa.co.id/swa/trends/management/bisnis-bisnis-reino-barack





butuh cleaning service panggilan jogja ? segera hubungi kami


Download >>

Manfaatkan Potensi Industri Gim di Indonesia, Telkom Merilis Program Indigo Game Startup Incubation


Menyadari potensi industri gim yang tinggi di tanah air namun secara konten masih didominasi produk luar negeri, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) merilis program Indigo Game Startup Incubation. Program ini diresmikan oleh Direktur Digital Business Telkom, Faizal R. Djoemadi pada acara DILo Hackathon Festival 2019 di Bandung Digital Valley, Sabtu (24/8).





Faizal R. Djoemadi mengatakan, pihaknya mengembangkan inisiatif lanjutan program eksisting Indigo Creative Nation tersebut dengan merujuk sejumlah data terkait. 





“Hampir seluruh konten gim yang dimainkan di Indonesia berasal dari luar negeri. Padahal value chain dari gim ini cukup besar, yaitu 10% sampai dengan 30%. Kami sangat yakin kemampuan generasi muda di Indonesia menciptakan konten sangat besar, terlebih Indonesia memiliki budaya lokal sangat kuat yang dapat dikembangkan melalui konten gim,” ujarnya saat merilis program tersebut di sela acara DiLo Hackathon Festival.





Kegiatan tersebut dilangsungkan di 8 DILo se-Indonesia yang diikuti 125 tim dari pendaftar sebelumnya 176 tim dengan total hadiah Rp300 juta. Khusus di Bandung, ada 15 tim yang ikut dalam aktivitas coding program secara spartan tersebut.





Faizal melanjutkan, tak hanya memicu kreativitas, secara bisnis pun gim sebenarnya telah mampu menjadi industri sendiri yang menghasilkan keuntungan bagi pemain di industri ini. Mulai dari pengembang konten gamepublisher, agregator, payment, dan distributornya. 





“Industri gim global mutakhir memiliki pendapatan kotor senilai USD 120 juta atau sekitar 10 kali lipat dibandingkan industri konten sejenis yakni musik dan film,” ujar Faizal.





Di sisi lain, pengguna gim di Indonesia saat ini terus tumbuh, baik mobile game maupun online PC game. Diperkirakan pendapatan kotornya tahun depan mencapai USD 1 juta, dan akan tumbuh 2 kali lipat di tahun 2025. 





“Pertumbuhan industri ini tidak lain juga didukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, tersedianya infrastruktur digital yang telah dibangun TelkomGroup, serta bertambah banyaknya smartphone dan gadget di Indonesia,” tambahnya.  





Indigo Game Startup Incubation sendiri tidak hanya ditujukan bagi startup gim, namun juga ditujukan bagi mereka yang tertarik ingin belajar terjun ke industri gim. Sebab, industri gim merupakan salah satu bisnis digital yang tengah dikembangkan TelkomGroup. 





“Oleh karena itu, mengembangkan Indigo Game Startup Incubation merupakan sebuah ajakan untuk berkolaborasi mengembangkan industri gim di tanah air dan bersama-sama tumbuh menjadi ekosistem yang besar. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, gim yang dikembangkan dari Gegerkalong ini dapat mendunia dengan cepat,” ujar Faizal. 





Diharapkan program dan sarana ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin agar bersama-sama menumbuhkan industri gim di Indonesia dengan konten gimdalam negeri yang mampu mengungguli konten dari luar negeri.   





Saat ini, Indonesia tengah mengembangkan ekonomi digital sebagai kekuatan dalam menyejahterakan Indonesia. Karenanya, terdapat kesempatan bagi para generasi muda dalam memberikan kontribusi sebesar-besarnya melalui sektor digital. 





Di sisi lain, Telkom sejak tahun 2009 sudah  menangkap peluang tersebut melalui program Indigo Cretive Nation yang diantaranya menyediakan Digital Innovation Lounge (DILo) sebagai tempat pengembangan ide-ide inovasi dan kapabilitas digital yang tidak hanya terkait kemampuan teknis, melainkan juga aspek bisnis dan customer experience





“Kegiatan DILo Hackathon Festival ini merupakan salah satu ajang pembuktian bagi para pegiat digital untuk menampilkan ide-ide segarnya dan kemampuan mengembangkan produk digital yang selanjutnya dapat diinkubasi maupun dikembangkan lebih lanjut setelah acara ini berakhir,” katanya. 





Hal ini ditambah inisiatif Telkom mengembangkan platform digital yang dapat dimanfaatkan gratis dalam membangun inovasi-inovasi secara cepat, seperti BigBox API dan platform IoT Antares yang juga digunakan dalam DILo Hackathon Festival 2019 tersebut.





Indigo Game Startup Incubation sendiri tidak hanya ditujukan bagi startup gim, namun juga ditujukan bagi mereka yang tertarik ingin belajar terjun ke industri gim yang merupakan salah satu bisnis digital yang tengah dikembangkan TelkomGroup. 





Indigo Game Startup Incubation sendiri tidak hanya ditujukan bagi startup gim, namun juga ditujukan bagi mereka yang tertarik ingin belajar terjun ke industri gim yang merupakan salah satu bisnis digital yang tengah dikembangkan TelkomGroup.





Sumber : https://swa.co.id/TelecommunicationUpdate/telecommunicationupdate/telkom-update/manfaatkan-potensi-industri-gim-di-indonesia-telkom-merilis-program-indigo-game-startup-incubation





apakah anda ingin rumah atau kos anda bersih, namun tidak memiliki waktu untuk membersihkannya? hubungi kami segera cleaning service panggilan jogja


Download >>

Update App