KlinKlin Indonesia merupakan jasa cleaning service panggilan no.1 di Indonesia. Kami melayani jasa bersih kost Bandung, jasa bersih rumah Bandung dan cleaning service Bandung. Cabang kami tersebar di berbagai wilayah seperti cleaning service jakarta, bandung, jogja, surabaya, malang, semarang, balikpapan, bontang dan lainnya. Hubungi 085877678008

BCA Super League Triathlon, Festival Multi Olahraga Inovatif di Bali


Super League Triathlon (SLT), festival multi olahraga global dan ajang pertandingan olahraga yang menguji ketahanan tubuh, bekerja sama dengan Bank Central Asia (BCA) akan menyelenggarakan "BCA Super League Triathlon Bali", sebuah lomba triathlon yang unik serta hiburan yang menyenangkan bagi komunitas olahraga dan keluarga Indonesia.





Untuk pertama kalinya, acara yang diadakan tanggal 23-24 Maret 2019 di Ayodya Resort Bali Nusa Dua, kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ini akan diikuti tidak kurang dari 2.500 orang.





Pada hari pertama acara, BCA Super League Triathlon Bali menghadirkan tiga pilihan destinasi dengan jarak mulai dari, 2,5 km, 5 km, dan 10 km, yang dapat diikuti oleh peserta dari semua latar belakang olahraga dan tingkat pengalaman. 





Sedangkan hari kedua,dilombakan ‘Kelompok Usia - Enduro & Sprint.
Enduro adalah pengalaman triathlon dengan rute berenang- sepeda – lari –
berenang – sepeda - lari (lari 250m-sepeda 10km-lari 2,5 km). Juga ada
triathlon sprint tradisional (berenang 500 m - sepeda 20 km - lari 5 km).





“Kami sangat senang menyambut tahun  2019 dengan menambahkan tujuan baru ke jajaran negara penyelenggaraan SLT,  di salah satu pulau paling eksotis di Indonesia, Bali. Bersama BCA, kami berharap acara ini akan meningkatkan antusias  para triathletes Indonesia karena kami menyajikan format balapan yang sangat menantang dan menarik bagi seluruh pencinta olahraga di Indonesia. Kami juga menghadirkan festival hiburan yang diperuntukkan bukan hanya bagi atlet favorit mereka tetapi juga untuk selutuh teman dan keluarga  dan bersama-sama menikmati acara multisport yang tak terlupakan ini",  ungkap  Michael D’hulst, Co-Founder dan CEO Super League Triathlon dihadapan awak media.





Pertama kali diadakan pada 2017, SLT menurut  Michael merupakan salah satu ajang olahraga triathlon bergengsi  tingkat internasional.  Dengan format yang beragam, para pelari pendatang baru dan yang berpengalaman dapat berbaur dalam serangkaian acara yang menghasilkan berbagai pencapaian dari para atlet pria dan wanita terbaik di dunia.  





Chris “Macca” McCormack, Co-Founder and Vice Chairman of Super League Triathlon, ikut menambahkan, “Kami sangat senang dapat memperkenalkan konsep format balapan inovatif yang kami miliki, tidak hanya menyediakan acara olahraga tradisional tetapi juga membentuknya dengan entitas hiburan yang benar-benar menghadirkan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan. BCA Super League Triathlon Bali akan menyatukan banyak triathlete dan penggemar olahraga dari segala usia dan latar belakang”.





Selain berbagai pertandingan, para peserta juga dimanjakan dengan BCA Super League Festival, sebuah acara yang berisikan pertunjukan dari band-band lokal, pertunjukan musik, stan makanan dan minuman yang semuanya akan menambah seru suasana outdoor. "BCA mulai merambah gaya hidup sehat. Ini adalah kesempatan Anda untuk bertanding di pagi hari, bersantai dan menikmati Bali di sore hari, dan berpesta semalaman di pantai di malam hari", ungkap Hendrik Sia, Kepala Kantor Wilayah IV Bank Central Asia Tbk (BCA), seraya menambahkan, 





“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Super League Triathlon untuk menghadirkan festival olahraga yang menarik untuk Indonesia. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya olahraga secara teratur, kami memperkenalkan BCA Super League Triathlon Bali sebagai acara multi-olahraga yang menyatukan para atlet nasional dan internasional. Melalui acara ini, BCA berharap dapat memberikan suasana baru bagi mereka pencinta olahraga  di Indonesia.”





Sejak kehadiran pertamanya di 2017, Super League Triathlon telah menginspirasi, menciptakan dan memberikan pengalaman multi-platform yang menarik bersama-sama dengan triathlete kelas dunia dan penggemar olahraga dari segala usia dan latar belakang di seluruh dunia. Pada tahun 2018, SLT telah digelar meninggalkan di berbagai kota seperti Jersey, Malta, Spanyol dan Singapura dan tahun ini setelah Bali, SLT juga akan hadir di negara-negara lain di seluruh dunia





Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/bca-super-league-triathlon-festival-multi-olahraga-inovatif-di-bali





kost anda kotor dan tidak sempat membersihkannya? serahkan kepada kami jasa bersih kos jogja


Download >>

Strategi PLN Dorong Indonesia Jadi Kekuatan 10 Besar Ekonomi Dunia


Konsumsi listrik yang besar selama ini dianggap sebagai pemborosan. Namun, data yang ada memperlihatkan, semakin besar konsumsi listrik sebuah negara, maka semakin maju ekonominya. Seperti paparan Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero), I Made Suprateka.





“Indikator kemajuan ekonomi suatu negara diukur dari konsumsi energi per kapita. Dengan mengoptimalkan listrik yang tersedia, melalui pemanfaatan untuk produktivitas dan melalui pemerataan listrik ke seluruh wilayah Indonesia, maka ekonomi Indonesia akan semakin meningkat,” papar Suprateka.





Menurutnya, data yang dimiliki PLN tahun 2016 menunjukkan, konsumsi listrik per kapita Indonesia saat itu mencapai 956 kWh per kapita. Sementara, negara-negara maju konsumsi listrik per kapitanya lebih tinggi berkali-kali lipat dari Indonesia. Sebut saja Amerika Serikat yang mencapai 12.820 kWh per kapita, Korea Selatan 10.620, Jepang, 7.970, dan Inggris 5.030 kWh per kapita.





Bahkan dibanding negeri jiran pun konsumsi listrik Indonesia tertinggal cukup jauh. Seperti Singapura yang mencapai 9.040 kWh per kapita, Malaysia 4.660 kWh, Thailand 2.870 dan bahkan Vietnam yang konsumsi listrik per kapitanya nyaris dua kali lipat dari Indonesia di angka 1.620 kWh per kapita.





Meski demikian, tingkat konsumsi listrik Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan setiap tahunnya. Tahun 2016 konsumsi listrik Indonesia mencapai 956 kWh per kapita. Sementara di tahun 2018 lalu konsumsi listrik di Indonesia sudah menembus 1.064 kWh per kapita.





Kemajuan peningkatan konsumsi listrik itu sendiri menjadi cermin kinerja maksimal PLN dalam menerangi Nusantara. Kinerja PLN pun secara tak langsung tercermin dalam data yang dirilis hasil survei Ease of Doing Business yang digelar World Bank.





Menyitir survei tersebut, kemudahan akses mendapatkan listrik di Indonesia atau Getting Electricity Indonesia sekarang jauh semakin mudah dibanding 5 tahun silam. Dalam indikator Getting Electricity, pada 2014 Indonesia berada di urutan 101, sementara di tahun 2019, peringkat Indonesia melesat nyaris 3 kali lipat menjadi urutan 33. “Peningkatan kemudahan mendapatkan listrik di Indonesia menjadi bukti, kinerja PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing industri di Indonesia untuk menjadi top 10 ekonomi dunia,” tegas Suprateka.





Lonjakan peringkat itu sendiri, tak lain berkat keberhasilan PLN membangun jaringan pembangkit, transmisi listrik dan gardu induk di seantero Indonesia. Sejak tahun 2015 telah dibangun lebih dari 35 ribu Megawatt pembangkit, 14.400 kilometer sirkuit jaringan transmisi serta 56 ribu Mega volt Ampere Gardu Induk di seluruh Indonesia. Dengan demikian terjadi kenaikan supply listrik dari pembangkit-pembangkit yang telah dibangun yang telah memasuki masa operasional (COD). Keberhasilan itu di antaranya yang membuat peringkat Getting Electricity Indonesia saat ini meningkat pesat dibanding 5 tahun silam, dari peringkat 101 ke peringkat 33 dari 190 negara yang disurvei oleh World Bank.





Keberhasilan itu tak membuat PLN lekas berpuas diri. Hal itu tercermin dari tekad PLN untuk terus meningkatkan laju penjualan listrik di Indonesia demi mendukung bertumbuhnya perekonomian nasional.





Dipaparkannya, realisasi penjualan listrik PLN pada tahun 2018 mencapai 232 TwH, atau bertumbuh 5,15% dari penjualan di tahun 2017. Sementara pertumbuhan pelanggan sepanjang tahun 2018 mencapai 5,65% dari tahun 2017 yang mencapai 68 juta pelanggan menjadi 71,9 juta pelanggan. Daya tersambung listrik juga mengalami kenaikan menjadi 130.281 Mega volt Amper (MvA) dari tahun sebelumnya 112.018 MvA. Hasil yang dicapai PLN dalam meningkatkan penjualan listrik memang cukup baik, meskipun masih belum sesuai dengan target awal PLN yang menetapkan target pertumbuhan konsumsi listrik nasional mencapai 7% di 2018.





Tahun 2019 ini PLN menargetkan penjualan listrik bisa mencapai 245 TeraWatt atau tumbuh sekitar 5,6 persen dibanding tahun lalu. Suprateka memaparkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya akan menggenjot serapan konsumsi listrik di segmen rumah tangga dan industri. Di antaranya dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi.
Selain itu, PLN berencana untuk menambah program insentif penambahan daya listrik kepada pelanggan. Rencana ini tak lepas dari kesuksesan pelaksanaan program promosi penambahan daya listrik yang digelar dengan memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan RI tahun lalu.





“Tahun 2018 lalu kami membuat program diskon bagi konsumen yang tertarik melakukan penambahan daya listrik pada 17 Agustus, demikian juga pada peringatan Hari Listrik Nasional. Program tersebut dinilai cukup berhasil mendorong peningkatan konsumsi serapan listrik PLN," jelas Suprateka.





Sektor industri pun tak luput dari sasaran PLN. Di antaranya PLN akan mendorong konsumsi listrik pada fasilitas pertambangan, seperti di fasilitas smelter (fasilitas pemurnian hasil tambang). PLN pun giat mengajak konsumen industri, untuk memanfaatkan energi listrik dari PLN, daripada industri membangun pembangkit sendiri yang umumnya merupakan PLTD yang berbahan bakar fosil.





Tumiran, Pakar Bidang Kelistrikan sekaligus anggota Dewan Energi Nasional menyebutkan, konsumsi listrik rumah tangga memang tengah mengalami tren penurunan. Sebabnya tak lain berkat hadirnya berbagai peralatan rumah tangga yang hemat energi dari mulai lampu LED, pendingin ruangan (AC) berteknologi plasma, kulkas, mesin cuci dan sebagainya.
.
Karena itu, Suprateka juga menegaskan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan berbagai industri yang membutuhkan pasokan listrik, apabila didukung oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional, maka sejalan dengan tekad pemerintah meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, dan juga pasokan listrik yang semakin optimal, penurunan harga jual listrik juga mulai diimplementasikan secara perlahan.





Pada Februari 2019, PLN memberikan insentif berupa diskon kepada pelanggan R-I VA RTM (Rumah Tangga Mampu) mulai 1 Maret 2019, bagi 21 juta pelanggannya. Insentif ini diberikan karena adanya efisiensi pada golongan ini, selain terjadinya penurunan harga minyak dan kurs dolar AS. Dengan insentif ini, pelanggan golongan R-I 900 VA RTM hanya membayar listrik Rp1.300 per kilowatt hour (kWh) dari tarif normal Rp1.352 per kWh.





Sumber :
https://swa.co.id/swa/business-strategy/strategi-pln-dorong-indonesia-jadi-kekuatan-10-besar-ekonomi-dunia





apakah anda ingin membersihkan rumah atau kost anda namun tidak memiliki waktu luang? serahkan kepada kami, klik jasa bersih rumah dan kost jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Hingga Januari 2019, pembiayaan gadai swasta baru Rp 508 miliar


JAKARTA. Penyaluran pinjaman industri gadai swasta masih mini di awal tahun ini. Penyebabnya masih banyak perusahaan tersebut yang masih belajar dan mencari bentuk mengenai bisnis gadai ini.





Meski mini, sejumlah gadai swasta tetap berupaya menggenjot bisnisnya di tahun ini. Sebut saja, PT Sili Gadai Nusantara yang menargetkan pertumbuhan pendapatan bisa mencapai 30%.





Untuk memenuhi target tersebut, Sili Gadai Nusantara akan fokus menggenjot produk fidusia dari mobil mewah dan sepeda motor. Fidusia sendiri adalah pengalihan hak kepemilikan sebuah benda di mana hak kepemilikannya masih dalam kekuasaan pemilik benda tersebut.





Selama ini, produk fidusia masih berkontribusi besar terhadap bisnis perusahaan yaitu sebesar 80%. Sementara sisanya masih berasal dari bisnis gadai peralatan elektronik.





“Karena masyarakat mulai banyak melakukan gadai laptop dan telepon pintar pada akhir 2018 lalu,” kata Rainaldus kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.





Di sisi lain, hingga Januari 2019, jumlah penyaluran pinjaman yang disalurkan gadai swasta mencapai Rp 508 miliar, atau meningkat 6,94% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, pinjaman yang diberikan berupa gadai, fidusia, syariah dan lainnya.





Jumlah tersebut masih kalah jauh dengan penyaluran PT Pegadaian (persero) yang mencapai Rp 40,95 triliun per Januari 2019. Pinjaman yang diberikan berupa pinjaman konvensional dan syariah, di mana porsi terbesar dari bisnis gadai Rp 29,05 triliun, diikuti Rahn Rp 4,58 triliun, kemudian fidusia Rp 4,42 triliun, rahn tasjili Rp 2,44 triliun, dan Mulia Rp 438 miliar.





Meski kalah jauh, tapi Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) memperkirakan penyaluran pembiayaan gadai swasta tahun ini bisa meningkat 15%.





Manajer Eksekutif PPGI Guladi menyatakan, pertumbuhan pembiayaan tersebut didorong dengan semakin banyaknya perusahaan gadai swasta yang mengantongi tanda terdaftar dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).





“Perusahaan gadai swasta yang telah terdaftar bisa mendapatkan beberapa keuntungan seperti pembinaan dan pengawasan dari OJK. Inilah yang menjadi nilai positif tersendiri bagi masyarakat,” jelas Guladi.





Sumber :
https://keuangan.kontan.co.id/news/hingga-januari-2019-pembiayaan-gadai-swasta-baru-rp-508-miliar
Reporter: Ferrika Sari 
Editor: Yudho Winarto





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Download >>

Update App